Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Warga Pakuku Jaya Tandai Rumah Yang Hanyut Dengan Bendera Merah Putih

Bahkan bencana banjir yang paling parah terjadi di Kecamatan Tomini yang menghanyutkan puluhan rumah warga.

Penulis: Nielton Durado | Editor:
Tribun Manado
Para pewarta di Bolsel melakukan penghormatan terhadap bendera di Desa Pakuku Jaya Kecamatan Tomini, belum lama ini. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI --- Tahap pemulihan, pasca bencana banjir dan tanah longsor di kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) terus dilakukan jajaran pemerintah daerah, kepada masyarakat terdampak.

Bahkan bencana banjir yang paling parah terjadi di Kecamatan Tomini yang menghanyutkan puluhan rumah warga.

Akibatnya ratusan kepala keluarga pun mengungsi di posko pengungsian yang disediakan pemerintah.

Usai diterpa ‘air bah', desa Pakuku Jaya, kini mulai bangkit.

Pemukiman warga dulunya diisi rumah, kini hanya tersisa puing-puing tertutup pohon hingga bebatuan.

Bupati Bolsel Hi. Iskandar Kamaru mengatakan para korban yang rumahnya hanyut kebingungan mencari lokasi tempat tinggalnya.

Bahkan warga terpaksa menandai lokasi rumah mereka yang hanyut dengan bendera merah putih.

“Bendera Merah Putih itu, sebagai tanda bahwa disitu adalah lokasi rumah warga yang hanyut saat banjir lalu," ujarnya ketika ditemui Tribun Manado, Kamis (20/8/2020) di rudisnya.

Top eksekutif di tanah bervisi religius ini mengaku, bahwa tiang bendera yang berada di desa Pakuku Jaya merupakan tanda rumah warga yang hanyut.

Ramalan Zodiak 21 Agustus 2020: Taurus Jangan Terburu-buru, Pisces Cobalah untuk Tetap Tenang

Tiga Sekolah Gunakan Dana BOS untuk Kuota Intenet Siswa

“Mengingat, dihari kemerdekaan, biasanya setiap rumah itu memasang bendera merah putih di rumah masing-masing, sebagai bentuk penghormatan kepada jasa pahlawan," ujarnya.

Namun di Desa Pakuku bukan hanya, sekedar penghormatan jasa pahlawan.

“Melainkan, tanda bahwa pernah ada pemukiman warga di lokasi bendera," kata Koordinator presidium KAHMI Sulut ini.

Selain itu, ia membeberkan kurang lebih ada 52 kepala keluarga yang hilang rumahnya.

“Memang saat ini perasaan campur aduk. Ketika masyarakat curhat tentang kejadian bencana itu," ungkapnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Bolsel ini, menambahkan akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu rumah bagi warga yang kehilangan tempat tinggalnya.

VIRAL Video Sopir Taksi Konvensional Halangi Penumpang Taksol Naik Mobil, Si Wanita Tak Menggubris

Henri Palit: Minsel Idealnya Miliki 8 Unit Mobil Damkar

“Saat ini, kami telah membuat bilik kamar di posko pengungsian dan dilengkapi kipas angin," ujarnya.

"Meski penuh keterbatasan, saya berharap masyarakat untuk sabar dan tabah," tukasnya, sembari memohon maaf atas segala kekurangan dalam pelayanannya selama ini. (Nie)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved