Subu Paputungan Hilang di Kebun
Sebelum Hanyut, Warga Kombot Sempat Dilarang ke Kebun
Sebelum hanyut terseret sungai, keluarga dari Subu Paputungan sempat melarang korban ke kebun
Penulis: Nielton Durado | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Sebelum hanyut terseret sungai, keluarga dari Subu Paputungan sempat melarang korban ke kebun.
Hal ini dikatakan oleh Frangki Gobel salah satu keluarga dari korban.
Menurut Frangki, awalnya sang kakek sudah dilarang untuk pergi ke kebun.
"Sudah saya larang, tapi kakek memaksa ke kebun," ujarnya.
Ia juga sempat memiliki perasaan tak bagus, saat sang kakek pergi ke kebun.
• BREAKING NEWS, Warga Kombot Timur Bolsel Hilang saat ke Kebun, Dikabarkan Terseret Arus Sungai
• Derasnya Arus Sungai Sulitkan Pencarian Warga Kombot yang Hanyut saat ke Kebun
• Warga Temukan Keranjang hingga Sandal Jepit Subu Paputungan, Diduga Terseret Air Sungai
"Kakek keluar dari jendela, dan langsung menuju kebun," aku dia.
Setelah 2 hari tak pulang ke rumah, pihak keluarga lalu mengecek korban ks ke kebun.
"Tapi setelah dicek ternyata tak ada. Makanya kami langsung lapor ke Babinsa," tegasnya.
Arus Sungai
Arus sungai yang deras di sungai Kombot menyulitkan pencarian terhadap Subu Paputungan, warga Kombot Timur, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolsel, yang hanyut terseret sungai.
Hal tersebut dikatakan oleh Kapolsek Pinolosian Iptu Budi Priyanto ketika dihubungi Tribun Manado.
Menurutnya, pihaknya bersama TNI dan warga sudah menyusuri sungai Kombot Timur tapi belum menemukan korban.
"Arusnya sangat kuat, jadi itu yang menyulitkan kami," tegasnya.
Ia berharap korban segera ditemukan, dan dikembalikan ke warga.
"Kita berdoa saja semoga pencarian ini membuahkan hasil," tegasnya.
IKUTI INSTAGRAM TRIBUN MANADO:
Barang Bawaan
Pihak Kepolisian dan TNI terus melakukan pencarian terhadap Subu Paputungan (96) warga Kombot Timur, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolsel, yang dikabarkan hanyut di sungai.
Setelah melakukan pencarian selama beberapa jam, mereka kemudian menemukan beberapa barang bawaan korban yang sering dibawa ke kebun.
Barang tersebut seperti keranjang, sarung parang, sandal jepit, senter kepala, jam dinding, kacamata, kantong beras, baju, dan payung.
Babinsa Kombot Timur Serda Wahyudin membenarkan temuan tersebut.
"Iya tadi kita temukan tersangkut di tepi sungai," ujarnya ketika dihubungi Tribun Manado.
• Sekretaris PPI Sulut Sempat Deg-Degan di Kantor Bupati Minsel, Ini Penyebabnya
• Bawaslu Manado Temukan 111 Rumah Pemilih Belum Dilakukan Coklit
• Dilantik Presiden Jokowi, Ini Nama-nama Anggota Kompolnas 2020-2024, Mahfud MD Sebagai Ketua
Ia menambahkan atas temuan tersebut, pihaknya menduga jika korban terseret air sungai.
"Karena semalam hujan deras dan air sungai juga sempat meluap," tegasnya.
Sebelumnya diketahui, Sempat pamit menuju ke kebun beberapa hari lalu.
Subu Paputungan (96) warga Desa Kombot Timur, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolsel dikabarkan hilang terseret sungai, Rabu (19/8/2020).
Menurut Sangadi (Kepala Desa) Djahadin Damopolii, korban terakhir dilihat pada Senin (17/8/2020).
Saat itu, korban pamit untuk melihat tanamannya di kebun.
• Pembayaran Gaji 13 di Bolmong Masih Berproses
"Terakhir dilihat 2 hari lalu, tapi sampaui sekarang belum ditemukan," ujarnya ketika dihubungi Tribun Manado.
Pihak pemdes lalu meminta bantuan aparat kepolisian dan TNI untuk melakukan pencarian.
"Tapi belum ada hasilnya juga," ucapnya.
Kapolsek Pinolosian, Iptu Budi Priyanto membenarkan adanya peristiwa hilangnya salah seorang warga desa Kombot Timur tersebut.
“Ya benar, korban hilang diduga terseret arus sungai, upaya pencarian sudah dilakukan tapi belum membuahkan hasil," tegasnya. (Nie)
• Touring Merdeka Bold Riders, Satukan Riders YNCI Bumi Nyiur Melambai
• Densus 88 Tangkap 9 Terduga Teroris JAD, Diamankan saat Akan Melakukan Aksi Teror, Ini Nama-namanya
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/warga-ikut-mencari-subu-paputungan-yang-hanyut-terseret-sungai-rabu-1982020.jpg)