Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Dunia

Covid-19 Bisa Akibatkan Cacat Seumur Hidup, Dokter AS Peringatkan Adanya Efek Jangka Panjang

Vaksin tersebut nantinya akan membuat sebagian besar orang yang terinfeksi Covid-19 akhirnya dapat bertahan hidup.

Kompas.com
Ilustrasi kontak dengan pasien virus corona 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Para peneliti di seluruh dunia berlomba untuk mengembangkan vaksin Covid-19.

Lebih dari 170 calon vaksin kini dilacak oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Biasanya, vaksin membutuhkan pengujian bertahun-tahun.

Vaksin tersebut nantinya akan membuat sebagian besar orang yang terinfeksi Covid-19 akhirnya dapat bertahan hidup.

Namun, bagi banyak pasien, mereka hidup dengan gejala pascasembuh yang bertahan lama.

Mengenal Ciri-ciri Uang Rp 75 Ribu yang Asli dan Palsu, Hanya Dapat Dikenali Bank Indonesia

Bahkan, gejala tersebut dapat menjadi permanen.

Hal itu dijelaskan oleh Dr. Rony Shimony, ahli jantung di RS Mount Sinai, New York, Amerika Serikat.

Dalam wawancaranya dengan Time, Shimony mengatakan, dia dan rekan-rwkannya telah memperhatikan bahwa pasien usia 30-an yang selamat dari Covid-19 melaporkan gejala yang bertahan lama.

Gejala tersebut antara lain kerusakan ginjal, penurunan fungsi jantung, dan gangguan kognitif.

Shimony menambahkan, semakin sakit pasien akibat Covid-19, semakin besar kerusakan pada organ mereka.

"Kami sekarang mulai memahami dampaknya pada otak, jantung, paru-paru, ginjal," kata Shimony.

Para tenaga medis sedang memindahkan seorang pasien ke unit berbeda dari Covid-19 Unit di United Memorial Medical Center di Houston, Texas, (2/7/2020). Meski menjadi pusat kedokteran dengan banyak rumah sakit dan laboratorium penelitian, Houston terancam dibanjiri pasien Covid-19 di Texas yang melonjak. Amerika Serikat pada Kamis (2/7/2020) melaporkan ada lebih dari 55 ribu kasus baru Covid-19.
Para tenaga medis sedang memindahkan seorang pasien ke unit berbeda dari Covid-19 Unit di United Memorial Medical Center di Houston, Texas, (2/7/2020). Meski menjadi pusat kedokteran dengan banyak rumah sakit dan laboratorium penelitian, Houston terancam dibanjiri pasien Covid-19 di Texas yang melonjak. Amerika Serikat pada Kamis (2/7/2020) melaporkan ada lebih dari 55 ribu kasus baru Covid-19. (MARK FELIX / AFP)

Dia mengungkapkan, infeksi khusus tersebut terjadi di seluruh tubuh.

Oleh karena itu, orang-orang perlu memahami lebih jauh tentang dampak Covid-19.

"Itu benar-benar membuat kita lebih berhati-hati tentang apa yang akan datang," ujarnya.

Sejarah menorehkan jejak yang memunculkan kekhawatiran lebih lanjut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved