Pilkada 2020
Strategi dan Kesiapan KPU Boltim Hadapi Pilkada saat Pandemi Covid-19
Setelah ditunda karena pandemi Covid-19, KPU kembali melaksanakan tahapan Pilkada 2020
Penulis: Siti Nurjanah | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Setelah ditunda karena pandemi Covid-19, KPU kembali melaksanakan tahapan Pilkada 2020.
Ketua KPU Boltim Jamal Rahman mengatakan, pandemi Covid-19, tidak bisa dijadikan alasan bagi penyelenggara.
"Bahwa bencana non-alam ini masih melanda kita semua, itulah situasi yang harus dihadapi dengan penuh kewaspadaan. Tapi bukan menjadi hambatan bagi upaya meningkatkan kualitas Pemilihan yang baik, demi terwujudnya demokrasi yang berkeadilan," ujarnya, dalam agenda Tribun Jurnal bersama Tribunmanado.co.id, Minggu (16/8/2020).
Jamal Rahman menjelaskan, Pilkada yang semula dijadwalkan pada 23 September 2020 namun karena bencana non alam pandemi Covid-19, maka penyelenggaraan pemilihan serentak itu mengalami penundaan beberapa tahapan.
• 8 Paskibraka Minsel Siap Bertugas di Upacara HUT ke-75 Kemerdekaan RI
• Peserta Upacara HUT ke 75 RI di Boltim Terbatas, Tetap Menerapkan Protap Covid-19
• BREAKING NEWS: Cindy Wurangian Tunda Jadi Calon Wali Kota Bitung
"Pada tanggal 15 Juni sekitar 2 bulan yang lalu dimulai kembali tahapan, di Boltim sendiri kita ketahui bersama tidak ada calon perseorangan, maka tahapan yang ditunda itu adalah pengaktifan kembali Panitia Pemilihan Keamatan (PPK), kemudian Pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS), saat ini kami sedang melakukan pemutakhiran data pemilih (15 Juli - 13 Agustus 2020)," ujarnya.
Menurutnya, dalam kesiapan KPU Boltim menggelar Pilkada di tengah pandemu, selain melanjutkan tahapan, KPU Boltim juga harus fokus menerapkan protokol pencegahan Covid-19.
"Meski kita tidak dalam kondisi normal dalam pelaksanaan pemilihan serentak, KPU Boltim terus memberikan sosialisasi di kecamatan maupun di desa," ujarnya.
• Regina Rumagit, Gadis Cantik Ini Dua Kali Bawa Bendera Merah Putih di Upacara Kemerdekaan
Menurutnya, saat ini kendala yang dialami adalah terkait penerapan protokol kesehatan. KPU Boltim harus melakukan akselerasi diberbagai kegiatan yang semula bebas, misalnya rapat koordinasi yang biasanya melalui tatap muka, harus menyesuaikan dengan batasan-batasan karena adanya larangan untuk berkumpul.
"Kemudian terkait kendala, banyak hal yang semula tidak kami prediksi misalnya petugas kami harus melakukan rapid test, sementara beberapa petugas takut untuk dirapid," ucapnya.
Sebagai informasi, KPU Boltim telah merapid PPK dan sekretariat PPK, PPS dan sekretariat PPS, petugas pemutakhiran data pemilih, KPU dan seluruh jajaran berjumlah 780-an orang.
IKUTI INSTAGRAM TRIBUN MANADO:
Menurut Jamal, dari 780-an orang yang dirapid, tidak semua datang dengan gagah berani, banyak yang takut dan tidak hadir bahkan ada yang membuat surat pernyataan untuk tidak mau melakukan rapid test.
"Meski itu tidak menjadi kendala besar, namun pada akhirnya kami harus berkonsentrasi agar semua yang terlibat dari pihak kami (penyelenggara) dapat melakukan penyesuaian-penyesuaian dan mau di rapid test," ucapnya.
Dalam menghadapi Pilkada di mana hari pencoblosan yaitu 9 Desember 2020, KPU Boltim memiliki strategi sendiri dalam meningkatkan jumlah pemilih ditengah pandemi Covid-19.
Sebelumnya di pemilihan legislatif dan pemilu presiden 2019, partisipasi pemilih di Kabupaten Boltim ada di angka 92,54 persen, itu adalah angka yang sangat tinggi, Boltim berada di rangking 2 di Sulawesi Utara, di mana peringkat 1 adalah Minahasa Selatan 94 persen.
• Bidik Kemenangan Penuh, Carol Senduk Akui Bakal Kerja Keras di Semua Kecamatan
• DPRD Boltim Bersama Pemkab Mendengarkan Pidato Kenegaraan
Namun, menurut Jamal, diketahui Boltim lebih banyak Daftar Pemilih Tetap (DPT).
"Saat ini memang bukan menjadi pekerjaan mudah bagi kami pihak penyelenggara dalam konteks mempertahankan bahkan meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada 9 Desember 2020 nanti. Salah 1 langkah yang kami lakukan adalah pembentukan relawan demokrasi, semacam agen-agen penyelenggara untuk turun di masyarakat memberikan edukasi dan mendorong masyarakat untuk ikut terlibat dalam pilkada serentak nanti. Ini merupakan salah satu terobosan kami agar menjangkau pemilih dari berbagai lapisan masyarakat," jelasnya.
Selain itu, Ia menjelaskan pihaknya juga bermitra dengan berbagai elemen masyarakat, organisasi masyarakat serta media massa untuk berperan memberi informasi-informasi tentang pemilihan serentak nanti.
"KPU Boltim juga memiliki akun sosial media yang sangat aktif serta didukung halaman website resmi kpuboltim.com agar semua informasi yang dibutuhkan masyarakat dapat diakses melalui internet," tandasnya. (ana)
• Bentangan Bendera Merah Putih Hiasi Pasir Timbul Pulau Nain
• IPAL Segera Dikerjakan, Pasar Genggulang Akan Difungsikan
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ketua-kpu-boltim-jamal-rahman-dalam-webinar-tribun-jurnal.jpg)