Breaking News:

Pedagang di Pasar Tahuna Kini Bisa Bertransaksi Secara Digital

Keduanya belanja ubi jalar, terong dan kenari dan membayarnya menggunakan Link Aja.

Tribun Manado/Fernando Lumowa
Arbonas Hutabarat berbincang dengan pedagang di Pasar Tani Nelayan, Tahuna Timur, Kamis (13/08/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pedagang pasar tradisional di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe kini bisa menerima pembayaran digital.

Para pedagang di Pasar Tani dan Nelayan (Pastane), Tahuna Timur menjadi pionir gerakan pedagang pasar tradisional go digital di Sangihe.

Kepala Bank Indonesia (BI) Sulut, Arbonas Hutabarat dan Bupati Kepulauan Sangihe, Jabes E. Gaghana mencanangkan Sangihe Go Digital di Pastane, Tahuna Timur, Kamis (10/08/2020).

Puluhan pedagang di pasar tersebut kini melayani pembayaran digital. Setiap pedagang kini punya QRIS (QR Code Indonesian Standart).

Arbonas dan Gaghana mencoba langsung bertransaksi digital. Keduanya belanja ubi jalar, terong dan kenari dan membayarnya menggunakan Link Aja.

Arbonas bilang, Sangihe Go Digital adalah upaya bersama dengan Pemkab untuk meningkatkan cakupan pembayaran digital di tengah pelaku usaha mikro.

"Setelah di Manado, kini kampanye go digital menjangkau pedagang tradisional di Pastane ini," katanya.

Menurutnya, dengan menggunakan QRIS, pedagang mendapatkan beragam keunggulan. Transaksi keuangan mudah, efisien, aman dan unggul.

"Apalagi ini di tengah pandemi, pembayaran tunai berisiko penularan Covid-19," ujar Arbonas.

Arbonas mengataka, jumlah pengguna QRIS di Sulut terus meningkat. Kalau pada triwulan pertama jumlah pengguna QRIS baru 17 ribuan merchant, kini sudah mencapai 25.900-an merchant.

Halaman
123
Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Charles Komaling
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved