Berita Bolsel
Pasca-Bencana Banjir dan Longsor, Penanganan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Dioptimalkan
Pemulihan pasca-bencana banjir dan tanah longsor di Bolsel terus dimaksimalkan jajaran pemerintah daerah
Penulis: Nielton Durado | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Pemulihan pasca-bencana banjir dan tanah longsor di Bolsel terus dimaksimalkan jajaran pemerintah daerah.
Terbukti, saat ini penanganan infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak akbibat diterjang banjir dan tanah longsor akhir bulan lalu.
Ditangani secara optimal oleh Pihak Balai Jalan dan Balai Sungai Provinsi Sulut bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bolsel.
Kepala Dinas PUPR Tedi Manika ditemui di Ruang kerjanya, Rabu (12/8/2020) mengatakan, penanganan bencana di Bolsel pasca-terjadinya bencana pada 24 Agustus lalu terus dilaksanakan.
• Sulut Raih Paritrana Award Tahun 2019, Juara I Nasional Program Perlindungan Tenaga Kerja
• PSI Bitung Dukung Maurits - Hengky, Michelle Sebut Keduanya Terima Kritik dan Saran
• BREAKING NEWS Gempa Bumi Magnitudo 5,3 Terasa di Manado pada Rabu ini, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Mulai dari pembersihan ruas jalan Doloduo-Molibagu dan Ruas Adow-Torosik serta pembuatan badan jalan di Bolangso yang rusak akibat diterjang banjir.
“Saat ini ruas jalan baik Doloduo-Molibagu maupun ruas Adow-Torosik sudah fungsional. 41 titik longsor yang terjadi sudah ditangani oleh pihak Balai Jalan Provinsi Sulut,” kata kadis.
Selain pembersihan ruas jalan maupun perbaikan badan jalan yang hanyut terbawa banjir.
IKUTI INSTAGRAM TRIBUN MANADO:
Pembuatan 3 jembatan darurat atau Balley kata kadis, juga sementara berproses.
“Insyaa Allah jika tidak ada kendala teknis pekan depan sudah ada jembatan darurat yang akan selesai,” ungkapnya.
Selain itu katanya, saat ini juga Balai Sungai tengah melaksanakan normalisasi sungai dibeberapa titik.
Diantaranya, normalisasi sungai Panango, Sinandaka, Salongo, Duminanga, Milangodaa, dan sungai asam Torosik.
• Rita Tamuntuan Serahkan Bantuan Peralatan Katering di Minut
“Normalisasi sungai ini harus dilaksanakan guna mencegah terjadinya luapan air sungai yang bisa mengakibatkan banjir,” kata Tedi.
Menurut Tedi, bencana tanah longsor yang terjadi di Bolsel bersifat masif.
Karena ketika ditelusuri hampir semua titik terjadi longsoran material.
Oleh sebab itu penanganan pembersihan, pembuatan badan jalan, jembatan, dan juga normalisasi sungai kita optimalkan agar pemulihan terlaksana dengan cepat.
"Terlebih akses jalan yang putus itu jadi fokus utama kami, agar aktivitas masyarakat dan pemerintah bisa kembali berjalan normal,” kata dirinya.
• Projo Tomohon : Caroll-Wenny Pasangan Hebat Sejahterakan Warga Tomohon
• Naas, Seorang PNS Tewas Terbakar Bersama Sepeda Motor, Saksi Ketakutan karena di TKP Sendirian
Ditambahkan Tedi, proses percepatan penanganan bencana ini tidak luput dari campur tangan Kapoksi PDIP Komisi V Anggota DPR RI Hi Herson Mayulu (H2M).
“Percepatan proses penanganan bencana di Bolsel ini merupakan tindak lanjut hasil pertemuan antara Pak Herson bersama Balai Jalan dan Balai Sungai yang dilaksanakan Senin kemarin, bersama kami selaku instansi teknis daerah," tegasnya.
"Sejak terjadi bencana pada 24 Agustus lalu, beliau intes memantau kondisi Bolsel termasuk Infrastuktur jalan dan jembatan yang bahkan ditinjau langsung oleh beliau bersama pihak berwenang. Terima kasih H2M,” tutup Manika. (Nie)
• Kesal Dipanggil Ustaz, Pria Ini Nekat Bunuh Temannya Sendiri, Padahal Korban Akan Menikah
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/herson-mayulu-saat-meninjau-kondisi-jalan-ruas-doloduo-molibagu.jpg)