10 Orang Terbang dari Gunung Tumpa Bawa Bendera Merah Putih

Komandan Lanudsri Manado, Kol. Pnb Abram Tumanduk dan jajarannya menggelar Terbang Semarak Merah Putih.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Charles Komaling
TRIBUNMANADO.CO.ID
Terbang Semarak Merah Putih 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Jajaran Pangkalan TNI Angkatan Udara Sam Ratulangi (Lanudsri) Manado punya cara tersendiri menyambut HUT ke-75 Kemerdekaan Indonesia.

Selasa (11/08/2020), Komandan Lanudsri Manado, Kol. Pnb Abram Tumanduk dan jajarannya menggelar Terbang Semarak Merah Putih.

Danlanudsri, istri serta sejumlah atlet paragliding yang tergabung dalam FASI Daerah Sulut terbang paralayang dari Tumpa Paragliding Take Off, Gunung Tumpa, Manado.

Sepuluh orang, termasuk Tumanduk dan istri terbang dari puncak Gunung Tumpa sambil membawa bendera merah putih dan mendarat di Desa Tiwoho, Minut.

Dimulai oleh atlet paralayang Muhammad Hatta, lalu disusul Tumanduk yang tendem dengan atlet Nikson.

Tak kalah beraninya Ketua PIA (Persatuan Isteri Angkatan Udara) Ardhya Garini Cabang 9 Daerah II Lanudsri Manado, Lidya Abram Tumanduk tandem dengan atlet David. Kemudian, Ny Dwiku Kubais Pengurus PIA AG Cabang 9 Daerah II Lanudsri.

Terbang dari ketinggian 750 meter dari permukaan laut, Tumanduk dan peserta penerjun lainnya membawa bendera merah putih, bendera Lanudsri Manado dan Fasida Sulut.

Mereka mendarat sempurna di Lapangan Desa Tiwoho, kecamatan Wori, Minut. Sementara penerjun mendarat, puluhan prajurit Lanudsri dan para kepala lingkungan di Wori berbaris rapih.

Mereka mengibarkan sang merah putih. Ikat kepala, masker yang mereka kenakan senada, merah putih.

Setelah itu, Abram Tumanduk dan istri menyerahkan bantuan peralatan olahraga untuk masyarakat setempat. Bantuan itu berupa bola voli, net dan lainnya.

Tumanduk mengatakan, Terbang Semarak Merah Putih itu digelar dalam rangka memaknai Hari Kemerdekaan RI yang akan genap 75 tahun ini.

"Kita ingin memupuk semangat nasionalisme dan rasa cinta Tanah Air bagi semua jajaran Lanudsri Manado," katanya.

Di sisi lain, pihaknya ingin menghidupkan lagi olahraga paralayang yang vakum akibat pandemi Covid-19. "Lanudsri juga memiliki fungsi memberdayakan olahraga dirgantara di daerah ini," jelasnya.

Terkait pemberian bantuan, Tumanduk bilang hal itu sebagai wujud kepedulian pihaknya untuk masyatakat Desa Tiwoho.

“Kami juga memberikan fasilitas olahraga bagi masyarakat Tiwoho. Semoga bermanfaat untuk pembinaan, aktivitas positif masyarakat”, katanya.

Tumpa Paragliding Take Off Area berada di Taman Hutan Raya Gunung Tumpa HV Worang.

Tempat ini merupakan salah satu destinasi pariwisata (tourism pariwisata) di Sulut.

Lokasi ini telah menjadi terkenal sebagai tempat penyelenggaraan kejuaraan dirgantara internasional.

Taman Hutan Raya Gunung Tumpa, ditetapkan sebagai daerah konservasi hutan berdasarkan Skep Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI No.SK 2364/Menhut-VII/KUH/2015 tanggal 28 Mei 2015. (*)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved