berita Internasional
China Diduga Campuri Pilpres AS, O'Brien: Mereka Ingin Melihat Trump Kalah, Sampai Peretas Situs Web
Dilansir dari Reuters, Minggu (9/8/2020), komentar O'Brien tersebut melampaui pernyataan yang dirilis oleh Kantor Direktur Intelijen Nasional AS (ODNI
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dilansir dari Reuters, Minggu (9/8/2020), komentar O'Brien tersebut melampaui pernyataan yang dirilis oleh Kantor Direktur Intelijen Nasional AS (ODNI).
O'Brien merupakan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, ia menduga China akan lebih aktif dalam mencampuri pemilihan presiden ( pilpres) AS.
Peretas yang terkait dengan Pemerintah China menargetkan infrastruktur pemilihan AS menjelang pilpres mendatang.
Pernyataan yang dirilis pada Jumat (7/8/2020) tersebut, ODNI menyatakan China telah memperluas upaya pengaruhnya.

Rilis tersebut menambahkan bahwa Rusia sudah mencoba untuk melemahkan kandidat calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden.
Namun ODNI tidak secara khusus menuduh Beijing melakukan upaya peretasan terhadap sistem terkait pemilihan AS.
Dalam program televisi Face the Nation di CBS, O'Brien mengatakan China ingin melihat Trump kalah dalam pilpres.
“China, seperti Rusia dan Iran telah terlibat dalam serangan siber dan phishing dan hal semacam itu sehubungan dengan infrastruktur pemilu kami, terkait dengan situs web dan semacamnya,” ujar O'Brien.
Sementara itu, China selalu membantah berbagai tuduhan AS terkait aksi peretasan yang dialamatkan kepada Negeri “Panda”.
" Pilpres AS adalah urusan internal. Kami tidak tertarik untuk ikut campur di dalamnya," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang pada April.
O'Brien mengatakan AS telah melihat para peretas mencoba menyusup ke situs web milik kantor Menteri Luar Negeri di seluruh negeri, yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pemilihan di tingkat lokal, dan mengumpulkan data rakyat AS.

“Ini adalah masalah yang nyata. Akan ada konsekuensi berat bagi negara mana pun yang mencoba untuk ikut campur dalam pemilihan umum yang bebas dan adil,” sambung O’Brien.
Di sisi lain, Dewan Keamanan Nasional tidak segera menanggapi permintaan komentar.
ODNI menolak berkomentar atau mengklarifikasi apakah komentar O’Brien bertentangan dengan komentar mereka.
Artikel ini telah tayang https://www.kompas.com/global/read/2020/08/10/112858770/penasihat-keamanan-as-tuding-china-targetkan-infrastruktur-pilpres