Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Narkoba

Terlibat Kasus Sabu, Dua Oknum Aparat Ditembak

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian mengatakan, para tersangka ditangkap di lokasi berbeda.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
surya.co.id/firman rachmanudin
Polisi menunjukkan para tersangka kasus narkotika, di mana dua di antaranya oknum polisi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terlibat kasus peredaran narkoba, oknum anggota Polri masing-masing berisial R (34) dan A (36) ditangkap. 

Keduanya diketahui berdinas di Polda Jawa Timur. R dan A terlibat kasus peredaran narkowa di wilayah Jawa Timur.

Bersama kedua anggota Polri tersebut, anggota Polrestabes Surabaya juga menangkap empat pelaku lainnya berinisial MF (28), F (21), dan pasangan suami istri MZ (18) dan L (27) yang merupakan pemandu lagu di salah satu karaoke.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian mengatakan, para tersangka ditangkap di lokasi berbeda.

Awalnya, polisi menangkap tiga tersangka, yaitu MF, F, dan MZ di Jalan Demak, Surabaya pada Selasa (21/7/2020) dini hari.

"Kami saat itu belum menemukan barang bukti narkotika."

"Namun, saat memeriksa handpone, kami temukan pesan berupa kiriman paket sabu seberat 14 kilogram dan 500 butir pil ekstasi melalui ojek online ke sebuah rumah kos kawasan Tambak Segaran Surabaya," kata Memo, dikutip dari Surya, Jumat (7/8/2020).

Polisi kemudian bergerak ke sebuah kos di Tambak Segaran Surabaya, Sabtu (25/7/2020) dini hari,

Di sana polisi menemukan L, dan R oknum polisi.

"Saat kami interogasi, ternyata narkotika yang dikirimkan oleh tersangka F itu disimpan di rumah kos lainnya di Jalan Ploso. Anggota kemudian kami bergerak dan mencari barang buktinya," ucap Memo.

Di sana, polisi menemukan total 2,7 kilogram sabu dan tujuh butir pil ekstasi. Sabu itu didistribusikan oleh L atas perintah HR, bandar yang kini mendekam di salah satu lapas di Jawa Timur.

Tak berhenti di situ, polisi bergerak menginterogasi R yang diduga tak sendiri melancarkan aksinya.

 Benar saja, ada seorang oknum polisi lagi yang terlibat jaringan tersebut di wilayah Ponorogo.

"Kami tangkap seorang lainnya di Ponorogo. Oknum anggota bernama A dan mendapati barang bukti 26 gram sabu yang siap diranjau pada keesokan harinya," ujar Memo.

R dan A berusaha kabur dan melawan saat hendak ditangkap di wilayah Ponorogo sehingga polisi menembak keduanya.

Dari hasil pemeriksaan para tersangka, dalam sekali transaksi jaringan yang dikomandoi HR ini mampu mengirim narkotika berupa sabu dengan berat hampir 50 kilogram secara berkala.

Mereka mendapat upah sekitar Rp 20 sampai Rp 50 juta untuk setiap kali kirim dan dibagi merata.

Balas Dendam Warga, Buaya Sepanjang 4,3 Meter yang Tewaskan IRT Berhasil Ditangkap

Kabar Gembira, Hari Ini Pendaftaran Kartu Pra Kerja Gelombang 4 Dibuka, Mulai Pukul 12.00 WIB

Cuaca Sabtu 8 Agustus 2020, Prakiraan BMKG untuk 33 Kota di Indonesia

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Dua Oknum Aparat Ditembak Polisi, Terlibat Kasus 2,7 Kg Sabu, hendak Ditangkap Melawan.

Sumber: Surya
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved