Breaking News:

Virus Corona

Presiden Jokowi Kembali Menyentil Menteri-menterinya, Alarm untuk Bekerja Lebih Efektif

Menteri-menteri kembali mendapat teguran dari Presiden, dikarenakan lembaga dinilai dalam penyerapan anggaran Covid-19 masih minim.

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat acara penyaluran dana bergulir untuk koperasi di Istana Negara, Jakarta 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menteri-menteri kembali mendapat teguran dari Presiden.

Dikarenakan lembaga dinilai dalam penyerapan anggaran Covid-19 masih minim.

Hal tersebut membuat Jokowi kembali mengingatkan Menteri-menteri untuk kerja lebih efektif.

Ternyata Selain Jaksa dan Polisi, Ada Satu Orang Berkuasa Lagi Bantu Djoko Tjandra, Inisial Diungkap

Ucapan Dirgahayu Republik Indonesia yang Benar Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

163 Wilayah Zona Kuning Covid-19 yang Boleh Belajar Tatap Muka di Sekolah, Sulut Ada Bolsel & Talaud

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas terkait persiapan pelaksaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentah tahun 2020, pada Rabu (5/8/2020) pagi.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas terkait persiapan pelaksaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentah tahun 2020, pada Rabu (5/8/2020) pagi. (Capture YouTube Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyentil kinerja menteri-menterinya.

Hal itu dikarenakan penyerapan anggaran Covid-19 oleh kementerian dan lembaga dinilai masih sangat minim yakni baru 20 persen yang terealisasi.

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Muchamad Nabil Haroen mengatakan sentilan presiden adalah alarm bagi menteri-menterinya.

"Terkait dengan sentilan Presiden, itu menjadi alarm bagi menteri-menteri untuk bekerja lebih efektif."

"Ini memang kondisi pandemi, situasi yang bisa dibilang krisis dalam konteks kepemimpinan di tengah bencana virus. Program-program dan eksekusinya harus efektif, cepat, terarah," ujar Nabil, ketika dihubungi Tribunnews.com, Jumat (7/8/2020).

"Maka, wajar Presiden menyentil para Menteri dalam konteks itu, agar kinerja Menteri dan Kementerian menjadi lebih baik, lebih bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang saat ini menderita karena pandemi," imbuhnya.

Nabil menilai yang harus menjadi sorotan dari sentilan presiden adalah komunikasi publik antara para menteri dan pejabat negara.

Halaman
12
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved