Berita Regional
Pelabrakan Pelakor Sesuai 'SOP' Viral, Berkoordinasi dengan Polisi & Ketua RT, Ada Dukungan Warganet
Terdapat sekitar 5 video TikTok yang menceritakan aksi pelabrakan pelakor mulai berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan ketua RT setempat.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Viral, aksi nekat sekelompok orang melakukan pelabrakan terhadap seorang pelakor.
Baru-baru in isebuah video yang beredar, memperlihatkan detik-detik sekelompok orang yang melabrak seorang pelakor.
Video aksi sekelompok orang tersebut diketahui mendadak viral di media sosial.
Diketahui video tersebut diunggah oleh Bunga (bukan nama sebenarnya) di akun Tiktok miliknya.
Terdapat sekitar 5 video TikTok yang menceritakan aksi pelabrakan pelakor mulai berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan ketua RT setempat.
Hingga hasil pelabrakan yang berbuah surat pernyataan.
Kepada Tribunnews Bunga mengaku, jika yang menjadi korban pelakor bukan dirinya melainkan temannya, Mawar (bukan nama sebenarnya).
Bunga menceritakan video tersebut dibuat saat hari pernikahan suami Mawar dengan si pelakor.
"Tepatnya tanggal 24 Juli 2020 di salah satu kota di Jawa Tengah," katanya, Kamis (6/8/2020).
Kemudian Bunga juga menyampaikan duduk permasalah dari kejadian tersebut.
Ia menjelaskan sejak awal bulan Juli pihaknya mendapatkan kabar jika suami sah dari Mawar akan melangsungkan pernikahan.

Padahal saat itu Mawar dan sang suami masih berstatus suami-istri dan belum bercerai.
" Saya langsung memastikan kebenaran kabar tersebut. Ternyata buku nikah di rumahnya (Mawar, red) tidak ada semua."
"Sehingga kita minta duplikat ke KUA. Kemudian saya menghubungi seorang pengacara," imbuh Bunga.
Setelah meminta salinan buku nikah, Bunga dan Mawar melakukan cek Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk mengetahui NIK suami Mawar terdaftar di akta cerai atau tidak.
Keduanya takut jika ternyata suami menceraikan Mawar tanpa sepengetahuannya.
"Akhirnya dicek NIK tidak terdaftar di pengadilan agama. Sehingga kami yakin bahwa ini masih sah suami istri dan berhak untuk mengajukan pembatalan pernikahan," tegasnya.
Melakukan Koordinasi dengan Berbagai Pihak
Bunga menjelaskan pada tanggal 23 Juli 2020, dirinya mendapatkan laporan dari KUA daerah tempat pernikahan suami Mawar dengan si pelakor.
Laporan pada intinya memberi saran kepada Bunga untuk datang ke lokasi pernikahan di hari H-nya.
"Sebelumnya kita juga sudah berkoordinasi ke KUA daerah tempat pernikahan itu."
"Mereka mengarahkan yang bisa melakukan pembatalan pernikahan antara suami Mawar dan pelakor adalah si istri sah," bebernya.
Singkat cerita di keesokan harinya, Bunga, Mawar dan tim mendatangi daerah lokasi pernikahan.
Namun mereka tidak langsung datang ke rumah mempelai, tapi mencari rumah ketua RT setempat.
Untuk menjelaskan maksud kedatangannya ke lingkungan tersebut.
"Saya menanyakan ke Pak RT pada hari itu apakah ada warganya yang menikah. Dijawab iya."
"Dengan data-data yang ada saya menjelaskan kalau calon suami dari ini (pelakor) masih punya istri sah."
"Saya bertamu untuk meluruskan hal itu," kata Bunga.
Kemudian Bunga melanjutkan koordinasinya dengan Babinsa untuk mencegah jika terjadi keributan saat bertandang ke lokasi pernikahan.
"Dari rumah Pak RT saya menuju ke Polsek minta supaya didampingi."
"Kemudian kita kembali ke lokasi untuk bertamu," lanjutnya.
Hasil dari Pelabrakan Bunga dan Tim

Bunga menjelaskan dari hasil pertemuan yang dilakukan tim bersama suami Mawar dan si pelakor masih dibilang menggantung.
"Masalahnya suami terang-terangan mau menikah orang. Oleh karena itu, kita buatkan surat pernyataan," ujarnya.
Sedangkan berdasarkan informasi yang ada, surat pernyataan tersebut dibuat oleh suami Mawar dan pelakor untuk berjanji tidak saling berhubungan lagi satu sama lain.
Termasuk juga menyita mas kawin.
"Surat itu ditandatangani di atas materai oleh suami, istri dan saksi-saksi. Pelakor juga membua surat pernyataan juga."
"Kalau melanggar, bersedia untuk diproses hukum. Setelah dapat surat pernyataan kita pamit."
"Memang tujuannya kita tidak membuat gaduh, tapi untuk menyelesaikan permasalahan suami-istri tersebut," beber Bunga.
Postingan mendapat dukungan dari warganet
Bunga dalam kesempatan tersebut juga mengutarakan alasan dibalik diunggahnya video aksi pelabrakan itu.
Baginya video tersebut semata-mata sebagai bahan pembelajaran bagi sesama.
"Belajar dari pengalaman kami hari itu, saya sendiri tidak menyangka dalam hidup akan mengalami, meskipun hanya menjadi pendamping silaturahmi atau pelabrakan yang sesuai prosedur supaya bisa diambil positifnya, diambil ilmunya, dan kebaikannya saja," urai Bunga.
Bunga bersyukur video TikToknya mendapatkan sejumlah dukungan dari warganet.
Terakhir Bunga memberikan pesannya.
"Virus pelakor ini sangat menyeramkan dan seperti nadi di tubuh kita sangat dekat. Semoga kisah ini dapat dipetik pelajarannya," tandasnya.
Disclaimer:
Artikel ini sudah medapatkan persetujuan dari yang bersangkutan langsung untuk diangkat ke publik. Sedangkan video TikTok sengaja tidak ditampilkan sesuai permintaan narasumber. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Viral Video Pelabrakan Pelakor Sesuai 'SOP' dengan Kawalan Polisi dan Ketua RT, Ini Ending-nya, https://www.tribunnews.com/regional/2020/08/07/viral-video-pelabrakan-pelakor-sesuai-sop-dengan-kawalan-polisi-dan-ketua-rt-ini-ending-nya?