Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Torang Kanal

Gadis Cantik di Minsel Ini Ingin Jadi Polwan, Tangguh Bekerja Membantu Orangtua Cari Kayu Bakar

Sebelum adanya Covid-19 dirinya membantu orangtuanya dengan berjualan ikan di pasar

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: David_Kusuma
Kolase / Istimewa
Patrisia Pinontoan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Di era teknologi sekarang ini, mungkin jarang terlihat seorang anak gadis yang membantu orangtua sering ke kebun dan mengambil kayu bakar.

Tapi hal itu ternyata masih ada di Sulawesi Utara, gadis bernama lengkap Patrisia Pinontoan warga Tompaso Baru, Minahasa Selatan.

Gadis yang akrab disapa Cia dalam kesehariannya ketika diwawancarai melalui telepon mengaku, sebelum adanya Covid-19 dirinya membantu orangtuanya dengan berjualan ikan di pasar.

Ayahnya yang menangkap ikan di sawah, dirinya yang menjualnya di pasar dan jika ramai kurang lebih tiga jam penjualan langsung habis.

Gubernur Olly Dondokambey Serukan Gerakan Kibarkan Bendera Merah Putih

Selain itu perempuan yang tinggal tepatnya di jalan Air Panas, jaga 6, Tompaso Baru ini, pergi berjualan dari rumahnya ke pasar kadang jalan kaki, kadang harus naik ojek.

Iapun mengaku kalau musim hujan, ayahnya belum bisa mencari ikan untuk ia jual, tapi akan berusaha untuk mencari ikan.

Ketika ditanya kenapa sebagai seorang perempuan suka membantu orangtua?, karena ia sayangi orangtuanya yang siang malam bekerja.

Sedang Dikaji Pemerintah, Karyawan Swasta Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Bakal Dapat Bantuan

"Karena Cia kasihan sama papa, siang ke kebun malamnya mencari ikan. Dengan begitu Cia yang jualan di pasar supaya bisa membantu papa, dan sudah terbiasa sejak masih sekolah sudah jualan," kata gadis kelahiran Tompaso Baru, 26 Oktober 2000.

Sebagian besar gadis di usia seperti Cia yang berumur 19 tahun berjualan memalui media sosial atau ada yang merasa minder jualan di pasar seperti dirinya.

"Cia tidak malu jualan di pasar malahan karena sudah terbiada merasa senang saja," tambahnya.

Sedangkan kegiatannya sekarang di tengah pandemi ini ketika dikonfirmasi lagi melalui telepon, aktivitas sekarang mengambil kayu bakar, memetik cengkih dan menanam cabai (rica) di kebun.

Kecelakaan Beruntun, Libatkan 3 Mobil Polres Jember, Mobil Jenazah, dan Innova

"Walaupun Cia perempuan, tidak malu pergi ke kebun ambil kayu bakar untuk memasak dan juga bantu mama di kerjaan lain, seperti tanam rica di kebun," ucap anak pertama dari tiga bersaudara.

Anak perempuan dari ayah Marthen Pinontoan pekerjaan petani ini, dan Ibu Youla Tumewu sebagai ibu rumah tangga ini, juga mengaku walaupun masa pendemi dirinya dan keluarga tetap berusaha bekerja mencari uang.

"Papa kerja di kebun, mama, Cia bersama juga kedua adik, memetik rica di kebun, untuk di jual di pasar atau di rumah," tambah perempuan lulusan terakhir SMK Negri 1 Tompasobaru.

Gadis yang hobi joging dan masak kalau ke kebun atau mengambil kayu bakar untuk masak cukup jauh dari rumahnya tapi harus ditempuh dengan berjalan kaki.

"Rencana ingin ke Manado untuk mencari pekerjaan, tapi masih mau menyelesaikan pekerjaan di kampung. Jika Tuhan kehendaki mendapatkan pekerjaan, akan berusaha bekerja supaya bisa membahagiakan keluarga," tutup wanita yang bercita-cita menjadi Polwan ini. (fis)

INFO Terbaru SKB, Lengkap Cara Pilih Lokasi Ujian

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved