Kamis, 30 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dosen Ini Tikam Mahasiswa yang Adalah Pacarnya Hingga Tewas, Cegat Saat Pulang dari Pasar

Mahasiswi tersebut tewas di tangan sang dosen yang juga kekasihnya sendiri sebelum sempat dibawa ke rumah sakit

Tayang:
Editor: Finneke Wolajan
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi Pembunuhan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - AS (31) dosen di salah satu kampus swasta di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) menganiaya kekasihnya sendiri, I (24) hingga tewas pada Rabu (5/8/2020).

I adalah mahasiswi di kampus tempat AS mengajar.

Dosen dan mahasisiwi tersebut diketahui sudah cukup lama menjalin asmara.

Penganiayan tersebit dipicu karena lamaran AS ditolak oleh orangtua I.

Di hari kejadian, I baru pulang dari pasar yang berada di Jalan Gunung Raja.

Di tengah jalan, AS lantas menemui I sang kekasih.

Mereka pun berbicara.

Tak lama kemudian mereka terlibat cekcok kuat dugaan karena lamaran AS yang ditolak oleh orangtua I.

Karena emosi dan gelap mata, AS kemudian menikam I hingga gadis 24 tahun terluka parah.

Namun sayangnya luka tikam yang diderita I cukup parah.

Mahasiswi tersebut tewas di tangan sang dosen yang juga kekasihnya sendiri sebelum sempat dibawa ke rumah sakit.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Bima KBP Harya Tejo Wicaksono membenarkan kejadian tersebut.

"Jadi, antara korban dengan tersangka ini ada hubungan khusus, sudah pacaran, sudah agak lama, dan kemudian tersangka ini melamar korban, tapi oleh orangtua korban lamaran ditolak," kata Harya Tejo, Rabu.

"Korban itu baru pulang dari pasar, kemudian dihentikan oleh tersangka, kemudian ngobrol-ngobrol sehingga terjadi cekcok kemudian dilakukan penusukan kepada korban," kata Harya.

AS kemudian diamankan oleh anggota kepolisian dari Polres Bima Kota.

Ia dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman makasimal 15 tahun penjara. (Penulis: Idham Khalid | Editor: Robertus Belarminus)

Detik-detik Suami Aniaya Istri hingga Tewas, Berawal dari Minta Uang Rp 20.000

Nasib naas dialami seorang istri berinisial A, di Tungkal Ilir, Jambi.

Pasalnya, ia tewas setelah dianiaya suaminya sendiri berinisial SA (59), hingga tewas.

Peristiwa naas tersebut terjadi pada Minggu (2/8/2020) sekitar pukul 05.00 WIB.

Dari pemeriksaan yang dilakukan polisi terhadap pelaku, kejadian itu dipicu masalah sepele. Yaitu saat SA meminta uang sebesar Rp 20.000 kepada istrinya.

"Pelaku baru bangun tidur. Lihat istri mau berangkat kerja pelaku pun minta uang Rp 20.000, tapi tidak dikasih," kata Kasat Reskrim Polsek Tanjab Barat AKP Jan Manto Hasiholan saat dikonfirmasi, Minggu.

Kesal tidak diberi uang oleh istrinya itu, pelaku naik pitam dan langsung memukuli kepala korban berulang kali menggunakan kayu hingga tewas.

Pelaku ditangkap

Setelah menganiaya istrinya itu, pelaku yang diduga menyesal dengan perbuatannya akhirnya melapor kepada ketua RT setempat.

Sontak ketua RT terkejut dengan pengakuan pelaku. Hingga akhirnya ketua RT langsung mendatangi rumahnya.

Namun setibanya di rumah pelaku, korban sudah dievakuasi oleh warga sekitar menggunakan ambulans.

“Pulang bersama Pak RT, pelaku mendapati istrinya (korban) sudah tidak ada lagi karena sudah dibawa oleh ambulans. Pelaku mengambil air dan membersihkan bekas darah yang ada di kamar menggunakan air yang dibawanya,” ucap Manto.

Setelah mendapat laporan dari warga, pelaku langsung diamankan polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Penulis : Kontributor Jambi, Suwandi | Editor : David Oliver Purba

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kronologi Dosen Tikam Mahasiswi Pacarnya hingga Tewas, Berawal dari Lamaran yang Tolak Orangtua"

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Detik-detik Suami Aniaya Istri hingga Tewas, Berawal dari Minta Uang Rp 20.000"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved