Breaking News:

News Analysis

Robert Winerungan: PPn Hasil Pertanian Tinggal 1 Persen, Kesejahteraan Petani Lebih Baik

Penurunan PPn ini paling tidak akan menaikkan harga komoditas pertanian seperti kopra, cengkih dan pala

ISTIMEWA
Dr Robert Winerungan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 89/2020 mengatur tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPn) Hasil Pertanian.

PMK terbaru ini  menetapkan PPn barang hasil pertanian tertentu sebesar 1% atas penyerahan barang hasil pertanian tertentu dari Pengusaha Kena Pajak (PKP) petani kepada industri dipungut oleh industri sendiri, bukan oleh PKP.

PMK No. 89/2020 diundangkan pada 27 Juli 2020. Dikatakan bahwa "Industri yang membeli dari petani ditunjuk sebagai pemungut PPN 1% dan dapat mengkreditkan PPN itu sebagai pajak masukan.

Penurunan PPn ini  paling tidak akan menaikkan harga komoditas pertanian seperti kopra, cengkih dan pala.

Tatkala harga komoditas tidak turun, maka pasti petani akan bisa lega dan sejahtera oleh karena  PPN terhadap barang hasil pertanian turun dan hanya dikenakan sebrsar 1% dari yang sebelumnya 10%.

Dalam teori ekonomi, pengenaan pajak akan menurunkan pendapatan. Sedangkan subsdi akan menaikkan pendapatan (Teori suntikan dan bocoran).

Penurunan pajak terhadap komoditas pertanian sesungguhnya adalah kebahagiaan bagi petani yang akan makin bergairah untuk menaikkan produksi.

Mengapa? Karena harga komoditasnya walau tidak naik namun pendapatan petani akan bertambah oleh karena pajak atas barang produksi ini diturunkan. 

Penurunan PPn yang sangat signifikan ini memang akan mengurangi pendapatan Negara namun akan secara signifikan akan menaikkan kesejahteraan petani secara umum.

Sebenarnya sangat disayangkan penurunan PPn ini baru dilakukan.  Semestinya sudah sejak dari dulu, namun walau terlambat tapi saat ini sudah terwujud kebijakan penurunannya.

Dengan penurunan PPn  barang hasil pertanian ini apalagi disertai dengan adanya peningkatan harga  komoditas pasti akan makin membahagiakan petani yang nota bene adalah pekerjaan sebagian besar penduduk Indonesia termasuk di Sulut.  

Peningkatan kesejahteraan petani akan makin mendorong peningkatan daya beli masyarakat. Apalagi petani adalah pekerjaan dari sebagian besar  masyarakat.

Daya beli masyarakat bertumbuh akan meningkatkan permintaan secara umum dan selanjutnya akan mendorong pertumbuhan produksi masyarakat.

Sangat berharap juga kiranya harga komoditas hasil pertanian ini akan naik seiiring dengan adanya peningkatan permintaan terhadap komoditas pertanian ini.

Dan ketika harga komoditas ini naik disertai lagi dengan penurunan PPn maka petani akan makin menikmati  hasil produksinya dan tentu akan lebih memotivasi masyarakat lainnya untuk berinvestasi dan bekerja disektor pertanian.

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved