Breaking News:

Presiden Joko Widodo Keluhkan Kinerja Menteri, Politikus PAN: 'Kalau Perlu Dirombak Ya Rombak'

Pada prinsipnya para menteri dalam kabinet Indonesia Maju harus bisa menerjemahkan apa keinginan Presiden selama pandemi Covid-19.

Editor: Ventrico Nonutu
Fransiskus Adhiyuda/tribunnews.com
Yandri Susanto 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Joko Widodo kembali menyentil kinerja para menteri dalam penanganan Covid-19 pada Senin (3/8/2020).

Pernyataan Presiden Jokowi tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto.

Yandri mengatakan, pada prinsipnya para menteri dalam kabinet Indonesia Maju harus bisa menerjemahkan apa keinginan Presiden selama pandemi Covid-19.

"Kalau sampai Pak Jokowi marah-marah, enggak juga merespons maka menurut saya enggak ada pilihan lain, Pak Jokowi harus tegas saja pada menteri yang kurang tanggap itu," kata Yandri saat dihubungi, Selasa (4/8/2020).

Yandri menilai, untuk kali kedua Presiden mengeluhkan rendahnya serapan anggaran stimulus Covid-19 menjadi hal yang luar biasa.

Oleh karenanya, Yandri menyarankan Presiden lebih tegas mengambil sikap, seperti melakukan perombakan dan evaluasi kementerian terkait.

• BACA: Prakiraan Cuaca BMKG Besok Rabu 5 Agustus 2020, Waspada Cuaca Ekstrem Sejumah Wilayah Indonesia

• BACA: Nadiem Makarim Sebut Proses Pembelajaran dapat Dilakukan dalam Kondisi Apapun

"Nah masa serapan anggaran saja susah dan kinerja tak sesuai harapan, di situasi pandemi ini," ucap Yandri.

"Saya kira Pak Jokowi kalau memang pos-pos menteri yang penting dievaluasi atau reshuffle tidak apa-apa, kalau itu memang kebutuhan di zaman seperti ini," ujarnya.

Lebih lanjut, Yandri mengatakan, opsi perombakan kabinet itu bisa dilakukan Presiden dengan mencari putra dan putri terbaik yang bekerja dengan taktis, strategis dan tepat sasaran.

"Menurut saya kalau perlu dirombak ya rombak, jangan Pak Jokowi marah terus. Cari putra putri terbaik bangsa ini siapa tahu bisa sesuai harapan Pak Jokowi untuk bekerja secara ekstra, taktis, strategis, tepat sasaran, atau apa perlu Pak Jokowi marah yang ketiga kali baru ada reshuffle," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved