Olly Lirik Tokoh Muslim: PDIP Cari Pendamping Andrei
Abid Takalamingan menguat sebagai kandidat wakil wali kota dari PDIP menghadapi Pilkada Manado 9 Desember 2020.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Sejumlah tokoh Muslim dilirik PDIP menghadapi Pilkada Kota Manado. Di antaranya Abid Takalamingan yang namanya menguat sebagai kandidat wakil wali kota dari PDIP menghadapi Pilkada Manado 9 Desember 2020.
• PKS Bantah Kader Meninggal karena Covid-19
Ketua Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Sulawesi Utara (Baznas Sulut) ini diproyeksikan mendampingi Andrei Angouw sebagai calon wali kota. Selain Abid, ada Ketua Syarikat Islam Mahmud Turuis, Anggota DPRD Sulut dari PAN Ayub Ali Albugis dan pejabat teras di Kanwil Kemenag Sulut Ulyas Taha. Mereka figur ‘papan 2' dari tokoh Muslim Manado.
Abd mengapresiasi PDIP memercayakamya masuk dalam penyaringan calon. Ia menjawab kepercayaan itu dengan melakukan penggalangan dukungan. "Penggalangan dukungan ini sebatas yang saya bisa lakukan sambil mempercayakan internal partai untuk menentukan calon yang akan diusung," ujar mantan Anggota DPRD Sulut Periode 2004-2009, Senin (3/8/2020).
Partai memercayakannya masuk dalam bursa pencalonan, diundang untuk ikut proses penjaringan tentu punya pertimbangan. ''Dianggap kami punya eletoral baik dalam rangka memenangkan, kami dianggap mampu mengelola Kota Manado ke depan," kata dia.
Jadi namanya juga masuk (bursa) bukan ujuk-ujuk, karena bukan orang baru di dunia politik. Abid mengatakan, ia terpilih sebagai Anggota DPRD Sulut Periode 2004-2009. Ia maju dari dapil Kota Manado l.
Sempat satu periode duduk di kursi legislator, Abid kembali menjajal Pileg 2009, tapi di level yang berbeda. Ia maju mencalonkan diri ke DPR RI, namun belum berhasil duduk sebagai legislator Senayan. Belakangan, Abid rehat sejenak dari panggung wakil rakyat setelahnya ia terpilih sebagai Ketua Baznas Sulut. ''Baznas Provinsi Sulut, saya banyak berhubungn dengn masyarakat pinggiran yang Baznas sebut kaum dhuafa," kata dia.
• Pasien Sembuh Dari Covid-19 Terus Bertambah, Hari Ini Manado Tertinggi
Selama 3 tahun belakangan ini, Abid bisa merasakan denyut kebutuhan masyarakat pinggiran, jadi modalnya jika dipercayai posisi eksekutif Manado.
Bangunan konstelasi politik PDIP menjelang Pilwako Manado agak goyah. Rumusan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang sebelumnya digaungkan, Andrei Angouw-Richard Sualang (AA-RS) belum final.
Akhir-akhir ini terdengar kabar PDIP mencari figur lain untuk dipasangkan dengan AA. Dari sekian banyak figur, nama sejumlah tokoh Muslim disebut-sebut bakal dipasangkan dengan AA dengan harapan bisa mendongkrak suara pada 9 Desember 2020 nanti.
Satu di antara para kandidat itu, Mahmud Turuis. Namanya memang muncul sejak lama, semenjak awal-awal penjaringan kandidat. "Sampai saat ini, insya Allah saya siap," kata Mahmud di Manado, Minggu (2/8/2020).
Ia bilang, sejauh ini memang ada komunikasi politik dengan internal PDIP. Termasuk juga dengan Ketua DPD PDIP Sulut, Olly Dondokambey. "Saya ini ibarat main remi ceki ron. Mau di wakil wali kota bisa, tetap di BSG (Bank SulutGo), bisa," kata Direktur Pemasaran BSG ini. "Saya kalau dipercayakan siap dampingi Pak Andrei. Karena backround saya bankir, saya akan fokus menata ekonomi," katanya lagi.
Ia bilang, ia maju karena ada permintaan dan dorongan sejumlah pihak. Mahmud adalah tokoh representasi umat Muslim Manado. Selain Ketua SI Sulut, saat ini ia juga menjabat Bendahara Umum MUI Sulut.
Dari beberapa tokoh Muslim yang didorong maju, Mahmud disebut-sebut berpeluang karena ketokohannya. Selain itu, ia siap secara finansial. "Saya siap, semua tergantung owner, hehehe," katanya berdiplomasi.
PDIP dituntut segera menetapkan pasangan. Tinggal sebulan jelang pendaftaran dan penetapan paslon. Lawan telah mapan dengan pasangan calonnya. Kubu Partai Nasdem sejak jauh hari telah menetapkan Julyeta PA Runtuwene dan Harley 'Ai' Mangindaan (Paham). Sedangkan Partai Demokrat yang disokong PAN memilih Mor Bastiaan dan Hanny Joost Pajouw (MOR-HJP).
• Anda Mengalami Insomnia? Berikut Ini 3 Cara Mengatasinya dengan Meditasi
Nama Ayub Ali Albugis, Anggota DPRD Sulut mengrebak bursa papan 2 Pilkada Manado dari PDIP. Hal itu setelah baliho miliknya disandingkan disamping calon papan 1 PDIP Andrei Angouw.
Ia terang-terang menyatakan niatnya dipinang parpol lain maju pilkada meski kemudian bertentangan dengan keputusan PAN yang jadi tempat naungan politiknya. Sekadar informasi PAN sudah mendukung Mor Bastian-Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP). Ayub pun santai menanggapi kemungkinannya maju dipinang PDIP di posisi Papan 2. "Biasa pertandingan kan masih hangat-hangat kuku," ujarnya.
Ia memang masuk penjaringan papan 2 di PDIP. Ayub bukan nama kosong di Manado, merupakan perwakilan umat Islam. Setiap keikutsertaannya dalam kontestasi politik DPRD Sulut, perolehan suaranya naik signifikan. Terakhir ia meraup 16.075 suara pemilih dari Dapil Manado. Jumlah terbanyak di antara para figur muslim yang maju di pileg.
Ayub menatap optimistis peluangnya diusung. "Masalah ada dua poros besar belum menetapkan pasangannya, PDIP, kemudian partai Golkar, Gerindra, PKS, dan Hanura bisa satu poros. Bisa-bisa jadi 4 poros kekuatan di Pilkada Manado,'' sebut dia.
Belakangan baliho Ayub Ali muncul dipajang berdampingan dengan Andrei Angouw. Ayub mengatakan, itu langkah kreasi para pendukungnya. "Itu kan pasang baliho kreasi tim di bawah," kata dia.
Soal pandangan yang berkembang, Ayub menilai itulah dinamika politik Ia berpandangan ikut ibarat air mengalir. "Ikut jalan air saja mengalir dari atas ke bawah," ujar Sekretaris DPW PAN Sulut.
Dr Stefanus Sampe
Analis Politik dari Unsrat
Figur Muslim Jadi Pembeda
Siapa yang bakal mendampingi Andrei Angouw (AA) di Pilkada Manado masih belum dipastikan. PDI-P hingga kini belum menentukan siapa yang akan diusung mendampingi AA. Namun belakangan sejumlah kabar akan adanya figur dari kalangan Muslim untuk mendapingi AA kian menguat.
Pasalnya selain memiliki pengalaman memimpin organisasi, tingkat popularitas yang cukup tinggi membuat figur Muslim patut diperhitungkan parpol untuk diusung nanti. Sebut saja nama Ketua Baznas Sulut Abid Takalamingan, Sekretaris PAN Sulut Ayub Ali Albugis yang juga sudah tiga kali terpilih sebagai Anggota DPRD Sulut.
Selanjutnya ada nama Ketua NU Sulut Ulyas Taha yang mendapat undangan khusus mengikuti penjaringan di PDIP. Kemudian Ketua Syarikat Islam (SI) Sulut Mahmud Turuis yang turut diundang PDIP ikut penjaringan bakal calon wakil wali kota.
PDIP mengusung figur dari kalangan Muslim sangat memungkinkan. Dikarenakan kehadiran figur dari kalangan Muslim bisa membantu menambah suara potensial bagi AA. Dilihat dari kariteristik pemilih, kehadiran figur Muslim bisa sangat berpengaruh dan membantu meningkatkan suara bagi AA.
Namun sejauh ini, terkait apakah PDIP akan mengambil calon ‘papan dua’ dari Muslim sebenarnya tergantung juga karakteristik dan latar belakang dari kompetitor lainnya yang akan maju.
Sehingga PDIP masih menunggu keputusan parpol lain siapa yang akan dipasangkan. Untuk mengetahui pasti siapa kompetitor mereka, PDIP memang harus mengambil langkah demikan. Tetapi tentunya ada konsekuensi bahwa sosialisasi bakal calon dari PDIP akan singkat.
Adapun terkait siapa tokoh Muslim yang akan ditarik, PDIP tetap wajib selektif dalam menentukan figur yang bakal diusung. Terutama melihat apakah figur tersebut bisa diterima di dalam golongan Muslim manapun, serta memperimbangkan tingkat popularitas dan pengalaman figur tersebut.
Bukan hanya ketokohan yang dilihat di sini. Namun juga track record dari calon, agar bisa diterima semua golongan. Apa yang telah dia buat untuk Manado. Kemudian apa benar dia memiliki basis massa yang bisa memenangkan parpol.
Untuk itu, kandidat yang masuk bursa harus di survei betul-betul bukan hanya di organisasinya, namun harus secara menyeluruh. Supaya diusung nanti betul di terima masyarakat. Karena ini bukan hanya bicara representasi. Namun ini bicara soal bagaimana bisa meraih kemenangan.
Prof Welly: Andrei Butuh Pasangan Sevisi
Pengamat politik, Prof Welly Areros mengatakan, siapapun yang nanti disiapkan PDIP untuk mengusung calon pasti sudah memenuhi prosedur pengodokan calon kepala daerah yang sesuai dengan visi dan misi partai.
"Tentu di sini hampir semua calon yang sudah melalui tes publik telah mempunyai kualitas dan dinyatakan layak dipersiapkan menghadapi Pilkada Serentak Desember 2020," ungkap Areros, Senin (3/8/2020).
Tetapi masih ada parpol peserta pilkada yang punya calon wali kota namun belum memiliki calon wakil wali kota. Katakanlah yang sedang dihadapi PDIP. Kata Areros, mereka sudah memiliki Andrei Angouw tapi sampai hari masih sedang mencari pasangan eakil yang cocok dengan kebijakan partai.
"Nah, agar mampu bertarung dengan parpol lain yang sudah lebih dahulu menetapkan pasangan calon untuk memilih calon pasangan siapa yang akan mendampingi Andrei menurut saya cukup sulit, karena Manado sebagai barometer politik di Sulawesi Utara menjadi ukuran kekuatan parpol untuk bisa menang atau kalah," kata Dosen Fisip ini.
Menurutnya, persaingan calon sangat ketat. Jika ini menjadi titik perhatian PDIP untuk menentukan siapakah yang layak mendampingi Andrei, menurut haruslah paling tidak bisa merangkul calon dari latar belakang akademisi, keterwakilan daerah, agama yang menjadi birokrat, maupun kalangan profesional.
"Tapi tergantung dari cara pandang pimpinan PDIP melihat semuanya ini. Sebab berhasil dan gagalnya memenangkan pertarungan di pilkada tergantung pilihan mana yang cocok dan memiliki visi yang sama serta bisa bekerja sama dengan Andrei yang disiapkan PDIP," ungkapnya. "Sekali lagi, kembali kepada kak prerogatif pimpinan partai untuk mengedukasi, kita lihat saja nanti siapa yang terpilih," ujar Areros. (ryo/ndo/hem/mjr)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/andrei-angouw-dan-ketua-umum-pdip-megawati.jpg)