Breaking News:

Mengenang Ajip Rosidi Sang Pujangga: Tengah Menulis Roman "Manusia Indonesia" di Saat-saat Terakhir

Bangsa Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya dalam bidang kesusastraan. Setelah kepergian penyair liris

via WowKeren.com
Sastrawan Ajip Rosidi (kanan) dan aktris Nani Wijaya 334 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MAGELANG - Bangsa Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya dalam bidang kesusastraan. Setelah kepergian penyair liris Sapardi Djoko Damomo pada bulan Juli ini, kini sastrawan Ajip Rosidi meninggalkan kita. Sastrawan kelahiran Jatiwangi, Majalengka, ini meninggal, Rabu (29/7) malam pukul 22.20 WIB di RSUD Tidar Kota Magelang.

Bangun Posko Kesehatan di Bolsel, Ini Yang Dilakukan Tim Gerak Cepat Dinkes Bolmut

Jenazah langsung dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Kamis (30/7) pagi pukul 11.00. Isak tangis mewarnai kepergian sang pujangga, di antaranya istri keduanya yang juga artis terkenal, Nani Wijaya.

Nani Wijaya duduk di kursi di depan keranda jenazah bersama keluarga. Sesekali ia menyeka air mata dengan tisue. Para pelayat membacakan Al Fatihah kepada almarhum, mendengarkan tausyiah, dan sambutan kepergian almarhum.

Puluhan santri dari pondok pesantren Pabelan datang memberikan doa dan menyalati jenazah Ajip Rosidi. Kemudian pelayat dan tokoh  masyarakat, seniman, dan kalangan lain,ikut menyalati jenazah di dalam rumah duka.

Titis Nitiswari, putri Ajip, menceritakan mengapa ayahnya dimakamkan di Pabelan, Magelang, karena tempat ini adalah tempat ia tinggal dan menulis di sisa akhir hayat. Semula, ia membangun perpustakaan, selepas ia pulang dan pensiun mengajar dari Jepang. Lalu, rumah dan isinya di lahan yang terdapat mata air tersebut.

"Kenapa dimakamkan di sini, di Pabelan, Magelang? Karena Bapak memang tinggal di sini. Waktu Bapak pulang dari Jepang, ia memutuskan tinggal di Pabelan. Ia membangun perpustakaan, dan menaruh 30 ribu judul buku yang dibawanya dari Jepang. Kata beliau, yang penting saya bikin perpustakaan dulu. Kalau tidur, saya masih bisa di masjid. Setelah itu dibangun perpustakaan dan lainnya," kata Titis, saat ditemui di rumah duka, Kamis (30/7).

Titis  mengatakan,  ayahnya masuk rumah sakit sejak Kamis (23/7).  Ajip memang menderita beberapa penyakit akhir-akhir ini, antara lain jantung dan kanker, sehingga perlu perawatan intensif di rumahsakit Tidar, Magelang.

7 Arti Mimpi Dikerumuni Semut Hitam, Bisa Jadi Pertanda Baik maupun Buruk, Ini Tafsirannya

"Bapak ada kanker, sehingga harus pemeriksaan semua. Selain kanker, ada jantung dan darah tinggi. Sabtu itu ternyata memungkinkan untuk operasi, sehingga diputuskan operasi pada hari Sabtu. Setelah operasi, ia dibawa ke kamar bangsal," tutur Titis.

Sedang Menulis Roman

Dadan Sutisna, sastrawan Sunda yang paling dekat dengan Ajip di masa tuanya, mengatakan, Ajip pernah terjatuh dua kali. Ia terjatuh di rumahnya saat menuju komputer untuk melanjutkan menulis roman. Sastrawan lainnnya, Etti RS, juga mengatakan hal yang sama.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved