Berita Bisnis
Bank SulutGo Dapat Rp 1 T Dana PEN, ini Harapan OJK Sulutgomalut
Bank SulutGo mendapatkan kepercayaan pemerintah pusat sebagai mitra penerima dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) lewat Kementerian Keuangan.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - Bank Pembangunan Daerah Sulut Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) mendapatkan kepercayaan pemerintah pusat sebagai mitra penerima dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) lewat Kementerian Keuangan.
Dalam kemitraan ini, Torang pe Bank mendapat kucuran dana PEN senilai Rp 1 triliun.
Otoritas Jasa Keuangan Sulut Gorontalo Malut (OJK Sulutgomalut) berharap Bank SulutGo memanfaatkan sebaik-baiknya momen sebagai bank umum mitra.
Kepala OJK Sulutgomalut, Slamet Wibowo mengatakan, sebagai satu-satunya Bank Pembangunan Daerah (BPD) di luar Jawa yang mendapat kepercayaan tersebut membawa kebanggaan tersendiri.
Slamet menjelaskan, sebagaimana diatur dalam PMK No. 70/PMK.05/20 tentab Penempatan Uang Negara pada Bank Umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional, BSG nantinya akan mengelola dana Rp 1 triliun yang diberikan Kementerian Keuangan.
"Penggunaan dana dimaksud jelas tujuannya adalah untuk mendukung pemulihan ekonomi khususnya di daerah," kata Slamet kepada Tribun Manado, Senin (03/08/2020).
Menurutnya, Bank SulutGo perlu kerja keras sebagai Bank Umum Mitra PEN untuk bersinergi dengan para pelaku usaha di Sulut Gorontalo.
"Secara khusus, bagaimana dana ini bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan sektor riil, ekonomi produktif. UMKM misalnya," kata Slamet.
Adanya program ini, memperluas jesempatan pelaku usaha untuk mendapatkan dukungan kredit modal kerja dari perbankan dalam rangka mengembangkan usahanya.
"Dukungan dana pemerintah yang diterima Bank SulutGo agar dimanfaatkan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian karena tentunya ada beban bunga yg harus dikembalikan serta ada jangka waktunya," ujar dia.
Demikian pula, Bank SulutGo agar tetap memperhatikan mitigasi risiko kredit dan risiko likuiditas.
"Jika ini dimanfaatkan untuk pembiayaan sektor produktif, ekonomi sektor riil, diharapkan bisa sejalan dengan maksud pemerintah, membangkitkan ekonomi kita di tengah pandemi," katanya.(ndo)