Banjir Bolsel

Pengamat Lingkungan Sebut Bencana di Bolsel Akibat Deforestasi, Ungkap 10 Strategi Penanganannya

Bencana alam yang terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) memang perlu dikaji dengan mendalam.

ISTIMEWA
Robby Rempas 

TRIBUNMANADO.CO.ID, - Pengamat Lingkungan Sulut Ir Robby Rempas MSi mengatakan bencana alam yang terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) memang perlu dikaji dengan mendalam.

"Kalau dalam pengamatan saya, dapat dikatakan bahwa penyebabnya sangat kompleks baik karena alam maupun ada peran dari manusia itu sendiri (aktivitas manusia)," kata Rempas kepada Tribun Manado.

Dijelaskannya, banjir yang terjadi sekarang ini misalnya di Bolsel dan lainnya karena meluapnya sungai atau sungai tidak lagi mampu menampung aliran air yang ada di sungai itu akibat debit airnya sudah melebihi kapasitas, berikut adalah banjir lokal yang berlebihan disuatu tempat dan meluap juga di tempat itu sendiri.

"Saya ingin katakan bahwa genderang Deforestasi atau perombakan hutan baik kecil, sedang atau berat sudah saatnya untuk ditavuh secara hati-hati. Setiap jengkal perubahan lahan hutan harus benar-benar dianalisa melalui proses telaan dampak lingkungan secara jujur, teliti dan sungguh-sungguh," ungkap Rempas.

Untuk sekarang semuanya telah terjadi, bencana sudah terjadi sebaiknya kedepan harus ada strategi yang harus dilakukan pemerintah antara lain:

Pertama, bangun persepsi yang sama semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat.

Kedua, Penanggulangan dilaksanakan secara terpadu libatkan semua potensi.

Ketiga, upaya preventif harus diutamakan agar kerusakan dan korban dapat ditanggulangi.

Keempat, harus ada kampanye penghijauan dan pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan banjir. Kelima, melakukan pemetaan untuk peninjauan daerah rawan banjir agar cepat mengantisipasi untuk melakukan penanggulangan.

Keenam, mencari tahu tingkat kerawanan daerah.

Ketujuh, Penyebaran informasi melalui poster atau leaflet kepada seluruh pemerintah dan masyarakat.

Kedelapan, harus ada sosialisasi dan penyuluhan yang dilakukan oleh BPBD untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan dalam pengelolaan DAS yang baik dan ramah lingkungan.

Kesembilan, Harus ada pelatihan pemeliharaan lingkungan. Dan kesepuluh, Sebaiknya ada peringatan dini kepada masyarakat yang rawan banjir oleh Pemerintah daerah misalnya pengalihan jalan air, cara relokasi dan cara penanganan lainnya.

Rempas menambahkan, perubahan lingkungan juga telah menyebabkan banjir didalamnya ada perubahan iklim.

"Nah hal ini menyebabkan intensitas hujan luar biasa tinggi, akibatnya saluran-saluran yang ada tidak mampu menampung besarnya aliran permukaan dan tanah cepat mengalami penjenuhan," pungkas Dosen Universitas Dumoga ini.

Penulis: Majer Lumantow
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved