Breaking News:

Boltim

Pendonor Takut Donor Darah, Terhitung Selama Covid-19, PMI Boltim Hanya Gelar Dua Kali

Selama pandemi Covid-19, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) minim permintaan donor darah.

Siti Nurjanah/tribun manado
Pendonor Takut Donor Darah, Terhitung Selama Covid-19, PMI Boltim Hanya Gelar Dua Kali 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Selama pandemi Covid-19, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) minim permintaan donor darah.

Kepala markas PMI Kabupaten Boltim Rio Indra Gaib mengatakan, selama pandemi PMI hanya dua kali diminta untuk donor darah.

"Itupun satu oleh Polres Boltim dalam rangka jelang HUT Bhayangkara dan saat kegiatan perayaan bulan Bung Karno oleh DPC PDI Perjuangan Boltim," ucapnya.

Bahkan menurutnya, saat kegiatan donor darah PMI hanya mendapatkan tak lebih dari 100 kantong darah.

"100 kantong itu masih disetor ke UTD, akan dilihat apakah layak atau tidak," ucapnya.

Sementara itu, Ketua PMI Boltim Medy Lensun mengatakan, tidak bisa dipungkiri UTD seringkali kekurangan stok darah selama masa pandemi Covid-19.

Bahkan menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Kabuaten Boltim, saat PMI diminta untuk melakukan donor darah hanya sebagian yang mau mendonorkan darahnya.

"Bahkan kami mengundang masyarakat turut berpartisipasi, namun saat tiba hari kegiatan hanya sedikit saja yang mau mendonorkan darah, ya alasan mereka yang tidak mau karena tidak dianjurkan keluar rumah, takutnya tertular Covid-19 dan sebagainya," ucapnya.

Wakil Ketua DPRD Boltim itu juga mengatakan, pihaknya pun tak bisa memaksa orang yang tidak ingin berpartisipasi. Karena donor darah harus keinginan dari diri sendiri.

"Memang minim sekali, bahkan kegiatan donor darah PMI selama pandemi Covid-19 ini bisa dihitung hanya dua kali saja," ucapnya.

Terkait jumlah stok golongan darah bisa dicek ke UTD.

Ia berharap, masyarakat memiliki kesadaran untuk mendonorkan darah, sebab setetes darah bisa menyelamatkan orang lain.

"Selain itu juga bermanfat bagi kesehatan pendonor," ucapnya.

Ia menambahkan, semoga ke depan lebih banyak partisipasi dari masyarakat, instansi pemerintah maupun swasta. (ana)

Penulis: Siti Nurjanah
Editor: Vendi Lera
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved