Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Survei SMRC

Survei SMRC: 29 Juta Warga Indonesia Mengalami PHK Semasa Pandemi Covid-19

Menurut Abbas, berdasarkan survei nasional tersebut, sekitar 15.2% warga mengalami PHK pada masa Covid-19. Dengan demikian,

Tayang:
Penulis: Ronald Moha | Editor: Aswin_Lumintang
TRIBUNNEWS
SMRC.jpg 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sekitar 29 juta warga Indonesia mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada masa Covid. “Jumlah ini sangat besar dan harus menjadi perhatian pemerintah,” ujar Direktur Eksekutif Saiful MUjani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas Ph.D. dalam siaran pers berisi presentasi hasil survei nasional SMRC bertajuk ‘PHK di Masa Covid-19 dan Sikap Publik terhadap Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional’ yang dirilis pada 29 Juli 2020.

Menurut Abbas, berdasarkan survei nasional tersebut, sekitar 15.2% warga mengalami PHK pada masa Covid-19. Dengan demikian, mengingat terdapat 190 juta orang dewasa, jumlah warga yang terkena PHK akibat Covid-19 ini sekitar 29 juta orang.

Pada tingkat keluarga, sekitar 24.5% warga menyatakan bahwa ada anggota keluarganya yang mengalami PHK pada masa Covid-19.

SMRC menyelenggarakan survei nasional dengan menggunakan wawancara telepon pada 2211 responden yang terpilih melalui metode random sampling pada 22-24 Juli 2020. Margin of error survei diperkirakan 2,1%.

SMRC juga menemukan bahwa tingkat PHK tertinggi ditemukan di DKI+Banten yang mencapai 31%. “ini berarti hampir sepertiga orang dewasa di DKI+Banten mengalami PHK,” ujar Abbas.

Daerah berikutnya dengan tingkat PHK yang tinggi adalah Sumatra yang mencapai 26%, atau sekitar satu dari empat pekerja di Sumatra mengalami PHK.

Sebaliknya daerah dengan tingkat PHK paling rendah adalah Sulawesi (2%), Jawa Timur (4%), dan Kalimantan (6%).

Adapun di daerah-daerah lain, tingkat PHK-nya berada di sekitar 10-20%, yakni: Jawa Barat (12%), Maluku+Papua (13%), Bali+Nusa Tenggara (16%), dan Jateng+DIY (18%).

Survei SMRC menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam hal tingkat PHK di antara masyarakat pedesaan dan pekotaan, usia, tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan. “Ini menunjukkan PHK terjadi secara cukup merata, kata Abbas.”

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved