Breaking News:

Pilkada 2020

Sosialisasi Tahapan Pemilu, Medy Tinangon: Peran Pers Sangat Dibutuhkan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mulai melanjutkan tajapan Pilkada 2020

Tribun manado / Siti Nurjanah
KPU Boltim Gelar Sosialisasi Tahapan Pilkada Lanjutan Tahun 2020 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mulai melanjutkan tajapan Pilkada 2020.

Bahkan Rabu 29 Juli 2020, KPU telah menggelar Sosialisasi tahapan pemilihan gubrrnur dan wakil gubernur Sulawesi Utara (Sulut) serta bupati dan wakil bupati Kabupaten Boltim lanjutan tahun 2020, berbasis komunitas tingkat kecamatan, di kedai Naton, Kayumoyondi.

Ketua Divisi Hukim KPU Provinsi Medy Tinangon mengatakan, KPU telah melanjutkan tahapan Pilkada pada tanggal 15 Juni 2020, yang diawali dengan melantik PPS namun tertunda.

"Saat itu pelantikan serentak se-Sulut sekitar 5 ribu-an PPS dan pelantikan dilakukan secara daring," ujarnya.

Tetty Paruntu Bantu Korban Banjir di Kabupaten Bolsel

Ia menambahkan, sesudah itu KPU melanjutkan ketahapan-tahapan yang lain, kita mulai rekrut PPDP dan sekarang pada tahapan Pencocokan Penelitian (coklit) Data Pemilih sebagai sub tahapan dari Pemuktahiran Data Pemilih dan akan berlansung hingga tanggal 13.

"Di mana hasil coklit nantinya akan direkap oleh BPS," ucapnya.

Ia menambahkan, hasil dari BPS nantinyaakan ditetapkan sebagai daftar pemilih sementara, kemudian daftar ini akan diumumkan ke masyarakat oleh BPS dengan tujuan agar mendapat tanggapan dan masukan dari masyarakat.

"Saya berharap teman-teman juga dapat mendorong masyarakat mengecek, apabila ada pemilih yang tidak memenuhi syarat, namun terdaftar. Sebagai contoh, dalam daftar pemilih ada yang sudah diterima menjadi anggota TNI/Polri," ujarnya.

Sekda Bolmut Pertegas Perda Tarif Retribusi di Kawasan Tempat Wisata

Lanjutnya, peran pers sangat diharapkan untuk mengawasi dan membantu KPU melalui informasi dari masyarakat.

"Ini semua dilakukan agar kami mendapat data pemilih yang akurat dan valid. Jadi, akurasi data pemilih sebenarnya tidak bergantung dari kerja dari pihak penyelenggara, namun juga ada peran pers dan masyarakat di dalamnya," ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagai contoh masyarakat melakukan protes terhadap seorang calon dengan bukti bahwa calon tersebut tidak memenuhi syarat untuk maju karena memiliki pendidikan yang rendah.

"Setelah ditetapkan pasangan calon, nomor urut, maka akan memasuki masa kampanye. Perlu diketahui kampanye pada pilkada 2020 ini akan lebih pendek dari pilkada sebelum-sebelumnya.
Pada pilkada sebelumnya mencapai 100 hari sedangkan sekarang hanya bisa sampai 72 atau 73 hari atau 2 bulan lebih," jelasnya. (ana)

Mengapa Bisa Djoko Tjandra dan Jaksa Dr Pinangki Sirna Malasari Mudah Bertemu tanpa Terlacak BIN?

Penulis: Siti Nurjanah
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved