Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Konsumsi BBM Sempat Anjlok hingga 80 Persen, Industri Migas Nasional Terdampak PSBB

Konsumsi BBM tercatat turun hampir 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu

Tayang:
Editor: Charles Komaling
fernando lumowa/tribun manado
Pertamina Integrated Terminal Bitung melayani penyaluran BBM untuk Sulut, Sulteng dan Malut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kebijakan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) memberikan pukulan telak terhadap industri migas nasional . Hal tersebut terefleksikan dengan sempat anjloknya konsumsi bahan bakar minyak ( BBM).

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) Ego Syahrial mengatakan, konsumsi BBM nasional sempat turun hampir 80 persen dibandingkan tahun lalu, akibat kebijakan pembatasan pergerakan yang dilakukan oleh berbagai pemerintah daerah.

Namun demikian, Ego tidak menyebutkan secara detail periode penurunan konsumsi BBM tersebut. "Konsumsi BBM tercatat turun hampir 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," katanya, dalam sambutan peluncuran Program Menuju Transisi Energi Rendah Karbon Indonesia (Mentari), Kamis (30/7/2020).

Selain itu, meskipun saat ini berbagai pemerintah sudah melakukan relaksasi terkait aturan pembatasan pergerakan, permintaan terhadap BBM dari sektor bisnis maupun industri masih belum kembali normal. MeresponS hal tersebut, pemerintah memutuskan untuk melakukan penyesuaian terhadap produksi bahan bakar nasional.

"Selama masa sulit, produksi energi harus disesuaikan untuk menciptakan new normal," ujarnya.

Dalam penyesuaian tersebut, Ego menekankan pentingnya peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT). Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk merealisasikan target bauran EBT terhadap energi nasional sebesar 23 persen pada 2025.

Selain itu, peningkatan bauran EBT juga merupakan salah satu langkah utama pemerintah untuk mengurangi produksi emisi karbondioksida. Sehingga, harapannya pada tahun 2030, produksi emisi karbondioksida nasional dapat berkurang hingga 29 persen.

"Kebijakan lockdown telah membawa dampak positif terhadap penurunan emisi karbondioksida nasional," ucapnya.  (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved