Breaking News:

BPJamsostek

BPJamsostek Raih Predikat WTM Untuk Laporan Keuangan dan Pengelolaan Program Tahun 2019

BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) diberi amanah untuk mengelola empat program dana Jaminan Sosial (DJS) yaitu Jaminan Hari Tua(JHT)

Istimewa
Direktur Utama BPJamsostek, Agus Susanto 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) diberi amanah untuk mengelola empat program dana Jaminan Sosial (DJS) yaitu Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Sesuai amanah undang-undang, transaksi keuangan keempat program DJS tersebut dibukukan dalam laporan keuangan terpisah antar-dana jaminan sosial maupun dengan laporan keuangan BPJamsostek. 

Laporan Keuangan DJS, Laporan Keuangan BPJamsostek dan Laporan Pengelolaan Program (LPP) telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Razikun Tarkosunaryo (member of MSI Global Alliance) dengan opini WTM (Wajar Tanpa Modifikasian) untuk Laporan Keuangan JHT, JP, JKK JKM dan BPJamsostek, serta telah sesuai dengan kriteria penyajian (“comply with”) terhadap peraturan perundangan untuk Laporan Pengelolaan Program.

Gubernur Olly Buktikan Ucapan, Sulut Terima Bantuan Mobil Lab PCR Standar WHO

Direktur Keuangan BPJamsostek, Evi Afiatin, menyampaikan, dalam hal cakupan perlindungan kepesertaan, sampai dengan akhir tahun 2019, tercatat 54,97 juta pekerja telah terdaftar sebagai peserta BPJamsostek.

Rinciannya, sebanyak 34,17 juta tenaga kerja peserta aktif dan 681,43 ribu pemberi kerja aktif dengan kontribusi iuran yang terkumpul sepanjang tahun 2019 sebesar Rp 73,43 triliun.

Aset Dana Jaminan Sosial yang dikelola BPJamsostek meningkat 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 428,31 triliun.

Jika ditambah dengan aset badan dari BPJamsostek sebesar Rp 15,84 triliun, maka sampai dengan penghujung tahun 2019 secara total lembaga ini mengelola aset sebesar Rp 444,14 triliun.

Lowongan Kerja BUMN untuk Lulusan D3 Hingga S1, PT Nindya Karya Butuh Formasi Ini

Selanjutnya Evi memaparkan, dari total aset tersebut, sebesar Rp 431,99 triliun telah diinvestasikan dengan menghasilkan pendapatan investasi yang direalisasikan sebesar Rp 29,15 triliun untuk memberikan imbal hasil kepada peserta Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar 6,08 persen p.a. atau 1 persen lebih tinggi dari bunga deposito rata-rata perbankan pemerintah sebesar 5,10 persen p.a.

Sebagai tambahan, hasil pengembangan investasi DJS di BPJamsostek tersebut tidak dikenakan pajak, sedangkan bunga deposito di perbankan dikenakan pajak sebesar 20 persen.

Dari sisi manfaat kepada peserta, selain memberikan imbal hasil investasi di atas rata-rata suku bunga deposito tersebut, sepanjang tahun 2019 BPJamsostek telah membayarkan klaim atau pembayaran jaminan sebesar Rp 29,72 triliun kepada 2,47 juta peserta.

Herson Dapat Apresiasi dari Pemkab Bolsel, Turun Langsung Pantau Kondisi Pascabencana

Direktur Utama BPJamsostek, Agus Susanto menjelaskan,  BPJamsostek merupakan badan hukum publik yang mengutamakan pengelolaan dana yang bersih dan akuntabel.

Predikat Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) dari kantor akuntan yang independen merupakan indikasi bahwa pengelolaan keuangan telah dilakukan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku.

"Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak, semoga program perlindungan yang kami selenggarakan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh pekerja di Indonesia,” jelas Agus.(ndo)

Wujud Kedekatan dengan Masyarakat, Polres Bolmut Ikuti Turnamen Volly Ball Se-Bolangitang Barat

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved