Desa Malola Raya Produsen Cap Tikus Terbesar
Pada masa pamdemik covid-19, usaha-usaha menengah ke bawah sampai petani terkena dampaknya.
Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Pada masa pamdemik covid-19, usaha-usaha menengah ke bawah sampai petani terkena dampaknya.
Di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) misalnya, daerah yang dikenal memilki hasil alam yang melimpah seperti cengkih, kopra hingga cap tikus, petaninya merasakan terpukul dengan pandemik tersebut.
Khusus di Desa Malola Satu, Kecamatan Motoling Timur yang sebagian warganya berprofesi sebagai petani cap tikus, produksi sudah tak seperti waktu sebelum pandemik covid-19.
Oleh karena itu Tribun Manado menggelar diskusi virtual atau webinar yang mengangkat tema 'Peluang dan Tantangan Produksi Cap Tikus di Desa Malola Satu Pada Masa Pandemik Covid-19. Nara sumber yang dihadirkan yaitu Jenly Sinaulan Hukumtua Desa Malosa Satu.
Jenly Sinaulan menuturkan ada 312 kepala keluarga di Malola Raya (Desa Malola dan Malola Satu) yang masyarakatnya menggantung harapan hidup pada produksi cap tikus. Setiap hari ada hampir 6.000 liter cap tikus yang dihasilkan.
Namun sememjak pandemik virus corona Maret 2020 lalu, produksi menjadi berkurang. Alasan Jenly Sinaulan, aparat keamanan makin memperketat penjagaan atau distribusi cap tikus ke luar daerah seperti Provinsi Gorontalo.
"Padahal Gorontalo adalah pangsa pasar terbesar cap tikus dari desa kami. Ada juga Provinsi Papua," ujar dia.
Dia mengharapkan supaya Pemerintah Provinsi Sulut bisa memaksimalkan protensi cap tikus di daerah. Jenly Sinaulan mengatakan cap tikus bisa menjadi bahan dasar hand sinitizer.
"Desa Malola Raya adalah produsen cap tikus terbesar di Sulut. Potensi ini harus dimaksimalkan Pemprov Sulut," ujar dia.
Menurut dia itulah tantangan dan peluang yang dihadapi oleh petani di dua desa itu. Dia berharap pandemik segera berakhir dan petani cap tikus bisa berjaya lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/hukumtua-desa-malola-satu-djenly-sinaulan.jpg)