Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Arab Saudi Diperkirakan hanya Izinkan Kurang dari 10.000 Orang Beribadah Haji

Arab Saudi masih melarang jemaah haji internasional melakukan perjalanan ke Mekah

Editor: Charles Komaling
Istimewa/Tribun Jabar
Ibadah Haji 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Arab Saudi membuka kembali aktivitas ibadah haji mulai Rabu (29/7/2020), dengan jumlah jemaah yang sangat dibatasi karena pandemi.

Arab Saudi masih melarang jemaah haji internasional melakukan perjalanan ke Mekah, dalam ikhtiar menekan penyebaran Covid-19.

Hanya warga negara asing yang sudah bermukim di kerajaan itu diizinkan melaksanakan haji tahun ini.

Biasanya, sekitar dua juta orang ikut serta, tapi tahun ini jumlah jemaah yang hadir diperkirakan tak lebih dari 10.000 orang.

Mereka yang diizinkan mengikuti haji tahun ini harus menjalani pemeriksaan suhu dan tes usap setibanya di Mekah pada akhir pekan kemarin, lansir kantor berita AFP. Para jemaah juga harus menjalani karantina sebelum dan sesudah haji.

Dalam wawancara dengan TV al-Arabiya yang didanai pemerintah Saudi awal pekan ini, Menteri Urusan Haji Muhammad Saleh Binten mengatakan para jemaah sedang dikarantina di rumah masing-masing sebelum menjalani karantina empat hari lagi di hotel-hotel di Mekah.

Dari mereka yang ikut serta, 30% disebut sebagai warga negara Saudi sementara sisanya adalah warga non-Saudi yang bermukim di kerajaan itu.

Arab Saudi telah mencatat lebih dari 270.000 kasus virus corona dengan hampir 3.000 kematian, salah satu yang terbesar di Timur Tengah.

Negara ini baru saja mengangkat karantina nasional bulan lalu. Pembatasan ketat untuk mengatasi penyebaran infeksi diberlakukan pada bulan Maret, yang meliputi larangan keluar rumah selama 24 jam di sebagian besar kota. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved