Selasa, 2 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Beaking News Bitung

Menteri Kominfo RI Johny Plate: Kunjungan ke Data Center di Bitung, Harusnya Diam-diam

Menteri Komunikasi dan Informatika Johny G Plate, bilang sangat gembira bisa hadir di kota Bitung satu diantara lokasi yang direncanakan akan dibangun

Tayang:
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
Christian Wayongkere/Tribun Manado
Menteri Komunikasi dan Informatika Johny G Plate saat memberikan penjelasan terkait dengan rencana pembangunan pusat data Nasional di Indonesia, satu diantaranya di Kota Bitung Provinsi Sulut. Penjelasan ini disampaikan kepada Wali kota Bitung Max Lomban ketika mendatangi lokasi yang direncanakan akan dibangun, Selasa (28/7/2020) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menteri Komunikasi dan Informatika Johny G Plate, bilang sangat gembira bisa hadir di kota Bitung satu diantara lokasi yang direncanakan akan dibangun pusat data canter, Selasa (28/7/2020).

Ini karena sang Menteri didampingi oleh Wali kota Bitung Kaka Max bersama forompimda kota Bitung.

Sebutan Kakak melekat di jajaran Partai Nasdem, dimana Menteri Johny adalah sekjen Partai Nasdem dan Wali kota Bitung Max Lomban adalah Ketua DPW Nasdem Sulut.

Plate menyintil sebenarnya agenda untuk melihat lokasi dan kesiapan pembangunan data canter Nasional di Bitung, harus diam-diam.

Tapi kondisi di lokasi pembangunan ramai, sehingga dia sampaikan informasinya terbuka, untuk fact founding agar temukan dan ketahui persis kesiapan.

Pada kesempatan itu, Plate memboyong jajaran esalon I Kominfo.

Mulai dari Inspektur Jendral ( Irjen ) Kominfo Dodi Setiadi, Direktur Utama Badan Layana Aksesibilitas Telokomunikasi dan Informatika, staf ahli serta staf khusus serta rombongan lainnya.

"Saya datang kesini secara khusus ingin melihat, kesiapan pembanguna pusat data Nasional di Bitung. Indonesia sangat butuh pusat data Nasional khususnya kaitan dengan implementasi elektronik goverment atau penyelenggaraan sistem pemerintah berbasis elektronik," kata Plate.

Dia jelaskan saat ini di Indonesia banyak data canter, lebih dari 2.700 data canter.
Sebagian besar diantaranya tidak memiliki standart global, hanya tiga persen yang memiliki standart global.

Data center saat ini belum menggunakan cloude compluiding, masih penggunaan TIK internet sistemnya.

Kondisi ini berdampak pada, konsolidasi dan interoperadita data berakibat sulitnya ambil keputusan berbasis data Nasional atau satu data Nasional.

Maka dari itu, Presiden Joko Widodo menetapkan selain bangun pusat data Nasional Indonesia harus memiliki satu data nasional guna mudahkan pengambilan keputuan, dalam kebijakan publik.

Contoh di tengah pandemi Covid 19, pemerintah pusat sudah secara serius dan sungguh alokasikan dana penanggulangan satu diantaranya program perlindungan sosial.

"Program ini sulit implementasikan ini akibat dari tidak tersedianya satu data.
Kebijakannya sudah diambil, melaksanakannya sulit. Karena ternyata sasaran tidak sebagaimana yang disampaikan. Sehingga harus bangun pusat data Nasional guna dapatkan satu data Nasional," kata dia.

Empat pusat data Nasional yang ada di Indonesia kata Menteri, terhubung satu dengan lainnya. Selain itu data canter implementasinya dengan capital expenditure yang memadai dan operastional expenditurenya yang terukur.

Jangan sampai membangunnya mahal, merawatnya lebih mahal lagi sehingga harus liat kombinasi yang efisien karena Indonesia besar memilih raedadency atas dasar wilayah meski secara Nasional sudah terhubung melalui backborn viber optic.

Rancana besar pembanguna pusat data di empat wilayah di Indonesia, harus diikuti dengan rencana detail yang ada pra syaratnya terkait pusat data Nasional.

Tidak hanya satu komputer biasa, terkait data bangsa dan negara serta potensi masa depan.

"Karena sekarang, yang menguasai data melalui art visual intelligent dan melalui big data dan program lainnya bisa meramal satu bangsa akan berada dimana ditahun kemudian. Kalau data kita tidak di kelola dengan baik, kita sendiri tidak tau masa depan kita ada dimana," jelasnya.

Kalau data tidak dikelola dengan baik dan bisa berpindah tangah lintas negara, maka data bisa di kuasai bangsa lain, mereka bisa mengetahui kekuatan dan kelemahan bangsa kita.

Data menjadi sangat strategis, karena itu pusat datanya harus memenuhi syarat strategis. Diantaranya tersediannya lahan memadai, syarat geologi tidak ada tsunami dan lainnya, data geologi lainnya.

Infrastruktur penunjang utama yaitu penggelaran kabel viber optic atau backborn data besar, tersedianya power suplay yang memadai sumbernya harus satu atau dari dua atau tiga sumber.

"Karena kalau listrik padam mati pula datanya," sentilnya.

Akses transportasi, karena data satu diantara pusat yang strategis sehingga akses transportasi baik, terjaga dengan baik.

Begitu juga dengan security sistem mulai ring paling luar harus di jaga, didukung dengan Kamtibmas terjaga sampai circuit security sistem yang paling dalam dan berlapis hingga manpower.

Aspek ini akan menjadi perhatian, sambil melihat pembangunan data canter ada multiplayer lingkungan, efek ekonomi, sosial maupun aspek kehidupan lainnya.(crz)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved