Torang Kanal

Gadis Cantik Bekerja di Samsat Minut Ini Bicara Soal Pelayanan dan Keringanan Pajak

Baik di sektor swasta maupun sektor pemerintahan, pelayanan kepada masyarakat menjadi berbeda dari sebelumnya.

Istimewa
Nathania Palar 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 tatanan kehidupan turut berubah.

Sebagai contoh pelayanan di sektor swasta maupun sektor pemerintahan, pelayanan kepada masyarakat menjadi berbeda dari sebelumnya.

Yakni saat ini, pelayanan di lingkungan perkantoran harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona sesuai anjuran pemerintah.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh seorang gadis asal Minahasa Utara (Minut) yang bekerja di Kantor Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Bapenda Sulut) UPTD-PPD Minut.

"Pelayanan Samsat Minahasa utara dan seluruh gerai Samsat di Sulawesi Utara selama pandemi ini menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah," kata Nathania Palar, Staf Tata Usaha Kantor Samsat tersebut, Selasa (28/7/2020).

Ia menambahkan, penerapan protokol seperti menjaga jarak, wajib pakai masker dan wajib cuci tangan.

"Wajib cuci tangan karena sudah disediakan tempat cuci tangan dan juga diukur suhu tubuh apakah suhunya normal atau tidak serta antrian dan tempat duduk diatur berjarak," ucap gadis usia 25 tahun kelahiran Manado pada 12 Oktober 1994 itu.

Selain itu, gadis asal Desa Watutumou Kecamatan Kalawat tersebut juga menyampaikan terkait keringanan pajak.

"Hal ini sebagai bentuk kepedulian dari Pak Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw dalam program Online Dalam Selesaikan Kewajiban terkait kebijakan meringankan beban masyarakat Sulut yakni memberikan stimulus berupa pengurangan nilai pokok Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan pembebasan denda," jelas Nathania.

Lanjutnya, serta stimulus Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di masa Pandemi Covid-19 ini terhitung mulai 1 Juli 2020 - 31 Agustus 2020.

"Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 yang dikeluarkan Pemprov Sulut melalui Bapenda Provinsi Sulut, dengan besar pemberian keringanan tunggakan pokok PKB tahun kedua dan seterusnya diberikan potongan mulai dari 50 persen sampai dengan 100 persen," sebut dia.

Juga, tambah gadis yang memiliki hobi menyanyi itu, denda keterlambatan PKB diberikan pembebasan 100 persen dan BBNKB diberikan potongan 50 persen untuk tahun pembuatan 5 Tahun terakhir dan potongan 100 persen di atas tahun pembuatan 5 tahun terakhir.

"Program ini diberlakukan untuk semua masyarakat Sulawesi Utara yang memiliki kendaraan bermotor, termasuk perusahaan dan perorangan," tandasnya. (Ang)

Penulis: Dewangga Ardhiananta
Editor: Dewangga Ardhiananta
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved