Breaking News:

Nasional

Cak Nanto Minta Jokowi Evaluasi Mendikbud Nadiem Makarim: Diganti Saja Pak Presiden

Menurut pria yang akrab disapa Cak Nanto itu, jika Nadiem belum bisa memperbaiki diri, maka ia layak diganti.

Kompas.com/DOK. KEMENDIKBUD
Mendikbud Nadiem Makarim dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020 yang dilaksanakan Kemendikbud secara daring, Sabtu (2/5/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Sunanto atau Cak Nanto meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempertimbangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Cak Nanto meminta Jokowi untuk mengevaluasi kinerja Nadiem Makarim di pos Pendidikan Indonesia.

Ia menyinggung kinerja Nadiem Makarim yang kini terlihat belum terlalu mengesankan.

Hal itu terkait sejumlah kejanggalan program organisasi penggerak pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memicu mundurnya dua organisasi besar Islam, Muhammadiyah dan NU.

Menurut pria yang akrab disapa Cak Nanto itu, jika Nadiem belum bisa memperbaiki diri, maka ia layak diganti.

Tina Toon Kritik Nadiem Makarim: Tidak Semua Orang Kaya, Apa Kuota Internet Dibayar Mas Menteri

Tina Toon Keluarkan Aspirasi Rakyat, Protes Mendikbud Nadiem Makarim, Kerja Nyata di Parlemen

INILAH 2 Guru yang Mendapat Pujian dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

"Presiden Jokowi harus segera melakukan evaluasi ke Nadiem, kalau setelah dievaluasi masih tetap tidak produktif dan ahistoris mending diganti saja," usul Cak Nanto kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (24/7/2020) malam.

Menurutnya, evaluasi terhadap Mendikbud sangat penting demi mewujudkan perubahan yang fundamental dan seusai dengan kultur Indonesia yang sudah lama terbangun.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto di kompleks parlemen, Kamis (17/1/2019).
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto di kompleks parlemen, Kamis (17/1/2019). (KOMPAS.com/JESSI CARINA)

Cak Nanto mengatakan, mundurnya Muhammadiyah dan NU sebagai penerima program organisasi penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus menjadi kritik, dan Kemendikbud seharusnya melakukan kajian ideal bagaimana membangun pendidikan.

Sebab, kata Cak Nanto, sejak awal, POP sebagai program unggulan Kemendikbud menimbulkan kesimpangsiuran.

Selain itu, lanjut dia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim harus memahami karakter budaya pendidikan di masyarakat. Nadiem tidak bisa memaksakan kehendaknya.

Halaman
123
Editor: Frandi Piring
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved