Berita Sulut

Mahasiswa PPDS FK Unsrat Tuntut Penurunan Biaya Kuliah, Dekan Bantah Isu Tak Ada Insentif

Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran (PPDS FK) Unsrat kembali melakukan demo pada Jumat (24/7/2020)

Tribun manado / Isvara Savitri
Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran (PPDS FK) Unsrat kembali melakukan demo pada Jumat (24/7/2020) di depan Gedung Rektorat Unsrat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran (PPDS FK) Unsrat kembali melakukan demo pada Jumat (24/7/2020) di depan Gedung Rektorat Unsrat.

Mereka menuntut penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau Biaya Operasional Pendidikan (BOP).

Menurut Koordinator Forum Komunikasi Residen FK Unsrat Jacob Pajan, pada pertemuan terakhir gelombang pertama permintaan keringanan biaya kuliah ini, pihak universitas dan masyarakat luas mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim untuk mengambil keputusan.

Selang beberapa saat, ia mengatakan bahwa keringanan pembayaran biaya kuliah dikembalikan lagi ke masing-masing Perguruan Tinggi (PT) dan tidak ada dasar aturan.

"Sekarang sudah ada aturan tapi universitas masih berdalih. Lalu siapa yang bisa membuat aturan untuk permasalahan ini?" protes Jacob.

Merespon Jacob, Dekan Fakultas Kedokteran Billy Kepel menjelaskan, memang Covid-19 yang sudah menjadi masalah global ini turut mempengaruhi perekonomian termasuk biaya kuliah.

Angka Rapid Tes di Sulut Sentuh 47 Ribu

"Tapi kita juga harus sadar dan patuh pada regulasi yang ada. Nah regulasi yang ada saat ini baru skema cicilan. Akan ada surat dari rektor tentang penundaan batas waktu pembayaran dari 26 Juli ke 5 Agustus 2020," ujar Billy.

Ia menambahkan, bagi mahasiswa yang ingin menggunakan skema cicilan, biaya bisa dibayarkan maksimal 50 persen sampai 5 Agustus 2020, sedangkan 50 persen sisanya akan ditunggu hingga 50 Oktober 2020.

Skema pembayaran ini berlaku untuk semua mahasiswa termasuk mahasiswa residen.

Billy pun mengakui memang tidak ada penurunan biaya kuliah karena dari pusat tidak ada peraturan yang menaungi.

Touring Manado-Boroko, Kapolda Sulut Singgah di Minsel, Disambut Tetty Paruntu

"Sebenarnya ada pilihan lain, yakni hak cuti akademik bagi para mahasiswa," tambah Billy.

Billy juga menangkis isu yang mengatakan, selama pandemi Covid-19 ini para mahasiswa residen tidak mendapatkan insentif.

"Tetap ada insentif, ada skema pembayaran untuk itu dari Kemenkes. Tapi silakan tanyakan langsung ke Kemenkes. Jumlahnya pun tergantung dari penanganan para dokter itu terhadap Covid-19," pungkasnya.

Namun bagi Billy, pihaknya tidak akan tinggal diam.

Ia menyatakan kampus akan menempuh salah satu cara yang memungkinkan yakni meminta bantuan kepada pihak Pemerintah Provinsi Sulut.(*)

Touring Manado-Boroko, Kapolda Sulut Singgah di Minsel, Disambut Tetty Paruntu

Penulis: Isvara Savitri
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved