Pilkada 2020
Andrei Angouw Kader PDIP Paripurna Cocok Papan 1, Figur Papan 2 Imbangi 'Kekurangan'
Setiap figur punya plus minus ketika hendak diusung Partai Politik (Parpol) di Pilkada
Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Setiap figur punya plus minus ketika hendak diusung Partai Politik (Parpol) di Pilkada.
DR Alfons Kimbal, Pengamat Politik Sulut menyampaikan, di Pilkada Kota Manado, sudah mengerucut siapa saja figur yang bakal bersaing.
Mor Dominus Bastian-Hanny Joost Pajouw sudah resmi diusung Partai Demokrat dan PAN.
Julyeta Paulina Amelia Runtuwene - Harley Mangindaan digadang Partai Nasdem, sudah resmi diusung Perindo dan PSI.
• Welty Komaling Tanam Padi Bersama Gubernur Olly dan Bupati Yasti
Kini satu lagi kubu yang belum mengajukan calon yakni PDI Perjuangan.
Figur mencuat yakni Andrei Angouw (AA).
PDIP memunculkan nama AA karena sebagai kader AA sudah paripurna.
• Kejati Sulut dan BRI Manado Launcing ID Card ASN Kejati
"AA lahir dari proses kader partai, dan terbentuk karir politiknya di PDIP, " kata dia.
Sudah beberapa periode menjabat Bendahara Partai, dan tiga periode jadj wakil Rakyat di DPRD Sulut. Bahkan dua periode menjabat Ketua DPRD Sulut.
Manakala AA diajukan ssbagai Calon Wali Kota Manado keputusan yang sangat wajar, sebagai politisi pun sudah teruji di Pileg, punya eletroal dan populer sehingga bisa diterima rakyat.
Itu plusnya, figur AA tentu punya minusnya. AA harus menghadapi 'badai isu politik agama' meski tak sekencang di daerah lain, namun di Kota Manado pun sulit menghindari hal itu.
• 3 Pejabat Plt Eselon II Ketinggalan Kereta, Sekprov: Sedang Diproses
"PDIP harus pintar melihat situasi ini, konteks spektrum etnisitas," kata dia.
Setidaknya ada 3 pertimbangan, jika mengajukan AA di posisi Papan 1 maka figur papan 2 harus mengimbangi kekurangan AA.
Bisa posisi papan 2 ditunjuk kader PDIP juga, atau figur yang mewakili organisasi agama mayoritas, atau bisa pula figur muslim.
• Terekam CCTV Imam Diserang OTK Saat Salat Berjamaah, Tiba-tiba Masuk Menyerang, Pisaunya Bengkok
"Kenapa figur muslim jadi pertimbangan? Karena sejauh ini belum ada figur umat muslim yang mengerucut," ujarnya.
Namun kekurangannya juga kembali lagi keterwakilan mayoritas jadi tak ada.
Memang cukup dilematis, mengambil keputusan. Sebab itu jadi penting PDIP mrngambil keputusan dengan menunggu langkah lawan, lalu memutuskan di injury time. (ryo)
• 22 Daftar Pati TNI yang Naik Pangkat, Mantan Pangdam Jadi Bintang Tiga, 3 dari AL
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/alfons-kimbal-5646451.jpg)