Breaking News:

Berita di Mitra

Seorang PNS di Mitra Dipecat Setelah 236 Hari Tak Masuk Kantor

Pegawai ini diketahui dari instansi Satuan Polisi Pamong Praja Pol-PP. Dan pada Selasa (21/7/2020) kemarin, telah mengikuti sidang kode estik yang dig

Tribun Manado/GIOLANO SETIAY
PNS Pemkab Mitra Dipecat 

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN -  Majelis Kode Etik Kabupaten Minahasa Tenggara kembali memberhentikan satuseorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melanggar Kode Etik ASN.

Pasalnya sudah 236 hari, SL alias Steven tidak berkantor.

Pegawai ini diketahui dari instansi Satuan Polisi Pamong Praja Pol-PP. Dan pada Selasa (21/7/2020) kemarin, telah mengikuti sidang kode estik yang digelar di ruang sidang Inspektorat Mitra.

Ramalan Zodiak Asmara Rabu 22 Juli 2020: Libra Ingin Sendirian, Scorpio Pahami Keinginan Pasangan

Kata-kata Mutiara Ucapan Selamat Idul Adha Tahun 2020, Cocok Dibagikan ke Medsos

Dalam sidang tersebut, yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Sidang David Lalandos yang juga Sekertaris Daerah (Sekda), Wakil Ketua Majelis Frits Mokorimban yang juga Asisten III dan Sekertaris Majelis Marie Makalow yang juga Plt Inspektur dan Kaban BKPSDM serta anggota Fredy Kumesan dan dr Ridwan Map.

Saat dikonfirmasi kembali hari ini Rabu (22/7/2020), Lalandos membenarkan hal tersebut, bahwa telah melakukan sidang pemberhentian yang sesuai dengan aturan ASN yang berlaku.

"Memang benar kita melakukan pemberhentian ASN secara tidak terhormat kemarin sore hari. Sidang yang digelar berdasarkan acuan dari rekapan jumlah yang kehadiran yang bersangkutan dari tahun 2019 hingga tahun 2020 yang sudah sangat melanggar kode etik ASN," terang Lalandos.

Selain itu, dalam pemutusan sidang Majelis Kode Etik dan Kode Perilaku ASN, berdasarkan peraturan pemerintah kabupaten Minahasa Tenggara nomor 04/SKMKPKP-MT/VII-2020.

"Aturan tersebut, diteruntukan kepada ASN yang melanggar kode Perilaku ASN di jajaran Pemkab Mitra. Ditambah dengan Peraturan Bupati (Perbub) nomor 47 tahun 2019 dan keputusan Bupati Mitra nomor 64 tahun 2020 tentang, pembentukan kode Etik dan Kode Perilaku ASN," paparnya.

Untuk itu, sidang tersebut dilakukan berdasarkan pengaduan nomor 800/4005/BKSDM-MT, tanggal 6 July 2020, perihal dugaan pelanggaran, namun telah terbukti berdasarkan bukti setelah diperiksa oleh pihak BKPSDM Mitra.

INGAT Mulai Hari ini Anda yang Mau Berkurban Tidak Boleh Potong Kuku dan Rambut, Ini Alasannya!

JAWABAN SOAL LENGKAP SD Kelas 4-6 Hari Ini Rabu 22 Juli 2020, Program Belajar dari Rumah TVRI

"Berlandaskan sejumlah aturan yang dilanggar, kita harus memberikan sanksi berat yakni pemberhentian dengan tidak hormat sebagai ASN," pungkas Ketua Majelis David Lalandos

Sementara, Plt Inspektur yang juga Kepala Badan (Kaban) BKPSDM Marie Makalow menambahkan, hasil keputusan ini akan diteruskan kepada pejabat pembina kepegawaian Minahasa Tenggara.

"Berdasarkan hasil sidang, Kami berharap agar ASN yang bersangkutan dapat menerima keputusan yang diambil. Karena telah melanggar kode etik ASN," ujar Makalow.

Ia memperjelas, terhitung lepas dari sidang yang digelar, ASN tersebut resmi tidak lagi sebagai ASN Pemkab Mitra.

"Jadi terhitung kemarin, yang bersangkutan sudah tidak lagi sebagai ASN di jajaran Pemkab Mitra. Serta seluruh haknya telah dicabut seperti gaji sudah tidak bisa lagi di terima sejak tidak ngantor hampir setahun," jelas Makalow. (Ano)

Penulis: Giolano Setiay
Editor: Aldi Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved