8 Diakon MSC Ditahbiskan, Uskup Rolly: Mohon Maaf Keluarga Tak Diundang Karena Pandemi

Mereka ditahbiskan bukan dalam suasana pesta melainkan dalam suasana pembaharuan diri menjadi pelayan

Istimewa
DIAKON - Uskup Manado Mgr Rolly Untu MSC diabadikan bersama para diakon yang baru saja ditahbiskan di Kapel Biara Skolastikat MSC Pineleng. Rabu (15/7/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC memimpin misa dan menahbiskan delapan diakon dari Tarekat MSC, Rabu (15/7/2020), di Kapel Biara Skolastikat MSC Pineleng.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya umat dapat mengikuti langsung misa tahbisan, kali ini misa tanpa kehadiran umat namun dapat diikuti melalui siaran langsung yang digelar Komisi Sosial (Komsos) Keuskupan Manado. Selain tahbisan diakon, misa tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan lektor dan akolit.

Diakon Petrus Katan Piran dalam kata sambutannya mengatakan mereka ditahbiskan bukan dalam suasana pesta melainkan dalam suasana pembaharuan diri menjadi pelayan. Dalam retret persiapan tahbisan yang dipimpin Pastor Aloysius Lerebulan di Pra Novisiat/Postulat, dalam situasi pandemi Covid-19 ini, mereka dibawa lagi kemana mereka pernah mengalami tahapan awal pembinaan.

Ia mengaku bersama teman-temannya bersyukur bisa diantar kepada permenungan diri untuk menjadi pelayan yang murni, altruis, tulus, dan penuh sukacita. Mereka dipanggil menjadi pelayan dengan membawa spiritualitas Hati Kudus Yesus.

Superior Skolastikat MSC Pastor Ansel Jamlean MSC mengucapkan terima kasih kepada Uskup Rolly karena telah menahbiskan delapan diakon tarekat MSC. Ia juga berterima kasih kepada para pastor. Ia meminta maaf kepada keluarga yang hanya sempat mengikuti penahbisan melalui fasilitas live streaming. Keluarga tidak diundang karena situasi pandemi.

Jamlean mengajak semua bersyukur walau dalam situasi seperti ini, mereka semua yang hadir tidak ada yang sakit. Mereka telah menunggu berbulan-bulan agar upacara ini bisa mempertemukan banyak orang.

Asisten Provinsial MSC Pastor Hubertus Berry Pareira MSC mewakili Provinsial MSC Pastor Sam Maranresy juga mengatakan upacara dalam situasi pandemi mengajarkan mereka keutamaan. Ini mengajarkan mereka untuk rendah hati, dekat dengan sesama dan dekat dengan Allah.

Untuk yang dilantik lektor, ia meminta mereka untuk belajar dan bekerja keras agar bisa dilantik akolit. Untuk yang dilantik akolit, ia meminta mereka untuk bekerja keras agar bisa dilantik diakon setelah melewati pastoral. Ia lalu membacakan penempatan tugas para diakon.
Uskup Rolly mengucapkan selamat kepada para diakon.

Ia juga mengatakan bahwa tahun ini dirayakan 100 tahun kehadiran MSC di Sulawesi. Karena itu, penahbisan ini mengingatkan para pendahulu yang menanamkan harta iman. Uskup mengingatkan soal pelayanan sebagai imam, nabi dan raja.

Ia berterima kasih karena dalam situasi pandemi seperti ini dibuat sesederhana mungkin. Dengan ini, semua diingatkan untuk tidak melupakan hal yang esensial yaitu pelayanan.

Adapun delapan diakon yang ditahbiskan, yakni Nicholaus Jamrewav yang akan bertugas di Komunitas Daerah Jawa Tengah-Kalimatan Selatan khususnya Keuskupan Banjarmasin; Jackry Marsiano Tamboto di Komda Sulawesi-Kalimantan Timur;

Aloysius Sever Lesubun di Komda Papua khususnya Keuskupan Jayapura; Advento Masinda di Komda Jateng-Kalsel khususnya Keuskupan Purwokerto; Bernardus Teguh Raharjo di Komunitas Jakarta-Kalimantan Barat khususnya Keuskupan Agung Pontianak; Marianus Sarkol di Komunitas Maluku Keuskupan Amboina; Petrus Katan Piran di Komda Papua khususnya Keuskupan Agung Merauke; dan Yovianus Tarukan di Komda Sulawesi-Kalsel.

Penulis: maximus conterius
Editor: Charles Komaling
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved