Breaking News:

Nasional

Kuasa Hukum Maria Pauline Lumowa Suap Otoritas Serbia Rp 8,2 Miliar Agar Ekstradisi Batal Dilakukan

"Mereka mengajukan diplomasi, yang artinya pendekatan-pendekatan kepada Kementerian Kehakiman (Serbia)."

Kompas.com/Arsip Kemenkumham
Maria Pauline Lumowa, tersangka pembobol Bank BNI tiba di Indonesia setelah diekstradisi dari Serbia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Upaya pihak Maria Pauline Lumowa untuk menggagalkan proses ekstradisi di Serbia diungkapkan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly.

Yassona menjelaskan beberapa upaya yang dilakukan Pemerintah Belanda untuk membatalkan ekstradisi Maria Pauline Lumowa dari Serbia.

Salah satunya, perlindungan hukum kepada Maria Pauline Lumowa.

Dengan menyewakan pengacara bagi Maria, sesaat sebelum diekstradisi dari Serbia ke Indonesia pada Rabu (7/7/2020) pekan lalu.

"Mereka mengajukan diplomasi, yang artinya pendekatan-pendekatan kepada Kementerian Kehakiman (Serbia)."

"Supaya jangan dikabulkan ekstradisi kita dan dia (Maria Pauline) dikembalikan ke Belanda," ungkap Yasonna ketika wawancara eksklusif dengan Tribunnews, Senin (13/7/2020).

Yasonna menjelaskan, adalah wajar bagi Pemerintah Belanda berusaha membatalkan proses ekstradisi Maria Pauline yang menjadi buronan sejak 2003.

Maria Pauline Lumowa berstatus sebagai warga negara Belanda sejak 11 Oktober 1979.

Menghalangi proses ekstradisi Maria, lanjut Yasonna, merupakan bentuk perlindungan hukum yang diberikan Pemerintah Belanda kepada warganya yang terjerat kasus hukum.

"Sama dengan kita, kalau ada TKI kita, kita pasti melakukan upaya-upaya perlindungan hukum kepada warga negara. Itu kewajiban negara," tutur Yasonna.

Halaman
1234
Editor: Frandi Piring
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved