Breaking News:

Warganya Bandel Abaikan Covid-19, Melbourne Lockdown Lagi Selama 6 Minggu, Kasus Melonjak Tajam

Ini kedua kalinya kota terbesar kedua di "Negeri Kanguru" ini melakukan lockdown, menyusul lonjakan tajam kasus Covid-19 belakangan ini

ABC NEWS/DANIEL FERMER
Seorang polisi memeriksa surat-surat pengendara mobil saat check-point virus corona di Melbourne, Australia, pada Kamis (2/7/2020) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kota Melbourne di Negara Bagian Victoria, Australia, harus melakukan lockdown lagi karena warganya bandel menyepelekan virus corona.

Ini kedua kalinya kota terbesar kedua di "Negeri Kanguru" ini melakukan lockdown, menyusul lonjakan tajam kasus Covid-19 belakangan ini.

Lockdown jilid kedua di Melbourne ini akan berlangsung selama 6 minggu mulai Kamis (9/7/2020).

Petugas kesehatan bertugas di layanan pengetesan Covid-19 drive-thru di Keilor, Melbourne, Rabu, 1 Juli 2020.
Petugas kesehatan bertugas di layanan pengetesan Covid-19 drive-thru di Keilor, Melbourne, Rabu, 1 Juli 2020. (JAMES ROSS/AAP via ABC INDONESIA)

Seperti aturan sebelumnya, orang-orang dilarang keluar rumah kecuali untuk keperluan mendesak.

Dilansir dari BBC Kamis (9/7/2020), polisi mengatakan mereka sedang membuat "cincin baja" dengan pos pemeriksaan "kapan pun dan di mana pun" untuk menegakkan aturan ini.

Perbatasan Negara Bagian Victoria dengan negara-negara bagian lainnya sudah ditutup pada Selasa (7/7/2020), salah satunya dengan New South Wales yang menjadi penutupan pertama dalam 100 tahun.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Rabu (8/7/2020) menyemangati para penduduk Melbourne yang harus mengalami lockdown untuk kedua kalinya.

PM Australia, Scott Morrison.
PM Australia, Scott Morrison. (AFP/DIEGO OPATOWSKI)

"Seluruh negeri tahu bahwa pengorbanan yang kalian lakukan bukan hanya untuk Anda dan keluarga sendiri, tapi untuk masyarakat Australia secara luas," ucapnya dalam konferensi pers yang dikutip BBC.

Kemudian Perdana Menteri Negara Bagian Victoria, Daniel Andrews, berujar bahwa lockdown diterapkan untuk kedua kalinya usai terjadi 191 kasus baru Covid-19 di sana, yang merupakan penambahan harian tertinggi sejak dimulainya pandemi.

"Aku merasa orang-orang lebih takut sekarang. Orang-orang semakin bertindak semaunya - Anda bisa melihatnya di jalanan, di toko-toko," ungkap Gael Baek salah satu warga lokal yang diwawancarai BBC.

Halaman
1234
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved