Breaking News:

NEWS

China Bantah Luncurkan Pertahanan Identifikasi Zona Udara di Laut China Selatan: Tidak Ada Bukti

Beberapa waktu lalu disebutkan jika sebuah laporan bocor mengenai penggunaan ADIZ yang dikabarkan mampu mengontrol wilayah udara Laut China Selatan

Nicholas Huynh/Handout via REUTER
ILUSTRASI. Situasi di Laut China Selatan kian memanas. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Beberapa waktu lalu disebutkan jika sebuah laporan bocor mengenai penggunaan ADIZ yang dikabarkan mampu mengontrol wilayah udara Laut China Selatan.

Itu juga disebut mampu menambah ketegangan dengan Washington.

Tuduhan seperti itu ditujukan untuk mengadu domba China dengan negara tetangga di wilayah itu, papar sebuah artikel yang dipublikasikan oleh Inisiatif Strategi Penyelesaian Situasi Laut China Selatan di Peking University.

Artikel yang ditulis oleh Cao Qun, peneliti dari Institut Politik Internasional milik Kementerian Luar Negeri China, dan Bao Yinan, rekan profesor di Ilmu Politik East China University dan Law's School of International Law, mengatakan "tidak ada bukti jika pemerintah China berniat umumkan ADIZ dioperasikan di Laut China Selatan dalam waktu dekat."

Artikel itu merujuk pada laporan dari Hong Kong, Taiwan, dan dari AS, termasuk artikel yang dipublikasikan oleh South China Morning Post pada 31 Mei, sebagai bias dalam media.

Laporan mengenai ADIZ ini juga membuat jenderal umum Angkatan udara AS General Charles Q.

Brown Jnr berkomentar pada 24 Juni jika gerakan itu akan melawan "aturan berdasarkan perjanjian internasional" dan kontradiktif dengan konsep "Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka".

Motif dari teori ancaman yang dibuat-buat itu, menurut Cao dan Bao, adalah membuat ketegangan diplomatik dan benturan tidak sengaja antara China, Jepang, Korea Selatan dan negara Asean.

Artikel mereka dipublikasi pada Senin, mengikuti latihan militer bersamaan antara AS dan China, yang membuat juru bicara Menteri Luar Negeri China Zhao Lijian mengkritik Washington memiliki motif lain yang mengancam stabilitas area itu.

"AS dengan mudahnya mengirim kekuatan masif untuk lakukan latihan skala besar di Laut China Selatan untuk meregangkan 'otot militer' mereka," ujar Zhao dalam briefing.

Halaman
123
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved