Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Minsel

Pemburu Tikus Hutan di Tareran Ditemukan Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung

Rony (65), warga Desa Suluun Dua, Jaga III, Kecamatan Suluun Tareran, Minahasa Selatan (Minsel), tewas di Perkebunan Masukat, Kecamatan Tareran

Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Pemburu Tikus Hutan Meninggal Dunia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Rony (65), warga Desa Suluun Dua, Jaga III, Kecamatan Suluun Tareran, Minahasa Selatan (Minsel), tewas di Perkebunan Masukat, Kecamatan Tareran, Sabtu (11/07/2020) dini hari.

Bermula ketika korban bersama tiga rekannya, Reygen Runtuwene (38), Steven Tenda (47) dan Viktor Rapar (38), Jumat malam sekitar pukul 20.30 Wita berangkat menuju perkebunan antara Tombasian Atas dan Kayuuwi, Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa untuk berburu tikus hutan.

Sekitar pukul 23.30 Wita, keempatnya melanjutkan perburuan di perkebunan antara Rumoong Atas dan Wuwuk. Tak lama kemudian, mereka beristirahat di sekitar tower yang berada di lokasi masuk perkebunan tersebut.

Perburuan dilanjutkan kembali, namun kali ini dibagi dua. Korban bersama Steven, sedangkan Reygen bersama Viktor. Perburuan dilakukan hingga di Perkebunan Masukat. Sebelumnya, mereka sepakat untuk bertemu kembali di jalan raya usai berburu.

117 Personel Pengawas Pemilu Telah Dirapid Test, Bawaslu Boltim Makin Percaya Diri Awasi Tahapan

Dalam perjalanan di tengah perkebunan, korban meminta Steven agar mendahuluinya ke jalan raya. Sesaat usai tiba, Steven berteriak memanggil korban dan korban pun membalas.

Tak lama kemudian Reygen bersama Viktor juga tiba di tepi jalan raya, dan bertemu dengan Steven. Karena tak kunjung datang, Steven kembali memanggil korban, namun tak ada jawaban.

Steven meminta Reygen agar masuk ke perkebunan, dan mendapati korban dalam posisi terlentang. Reygen langsung memeluk tubuh korban yang sudah tak berdaya tetapi masih bernafas mendengkur.

Reygen lalu berteriak memanggil Steven dan Viktor. Ketiganya berupaya menyadarkan korban dengan menggerak-gerakkan tubuhnya, namun tak ada respons dan morban meninggal dunia di perkebunan.

Kimong Dipastikan Mulus, Bupati Yasti: Tak Ada Hambatan Regulasi

Steven kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Tareran. Personel Polsek Tareran bergegas mendatangi TKP dan korban sudah diangkat oleh saksi ke pinggir jalan raya, kemudian dievakuasi ke Puskesmas Tareran.

Hasil pemeriksaan tim medis, dokter Wandrita Wawolangi, penyebab kematian korban kemungkinan besar karena gagal jantung konfesif.

Sementara itu Pjs Kapolsek Tareran, Ipda Betsy Lumy membenarkan kejadian tersebut. “Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.

Lanjut Ipda Lumy, pihak keluarga korban menolak otopsi. “Dinyatakan melalui Surat Pernyataan Penolakan,” pungkasnya.

Doa dan Keutamaan Membaca Quran: 100 Ayat Saja Pahalanya Seperti Salat Sepanjang Malam

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved