Breaking News:

Update Virus Corona Dunia

Bantah Tuduhan China Soal Pneumonia Misterius Mematikan, Kazakhstan: 'Itu Tidak Benar'

Pihaknya mengaku banyaknya kasus pneumonia yang tidak dites positif dalam tes swab, kemungkinan adalah kasus Covid-19.

(TARSO SARRAF / AFP)
Petugas kesehatan dari layanan tanggap darurat medis membawa Eladio Lopes Brasil (79), yang terinfeksi virus corona baru, dengan tandu yang akan dipindahkan dengan kapal ambulans dari komunitas Portel ke rumah sakit di Breves, di pulau Marajo, negara bagian Para, Brasil, pada 25 Mei 2020. Layanan kapal ambulan memungkinkan pasien COVID-19 yang kritis dipindahkan di daerah yang sangat terpencil yang dikelilingi oleh air di Brasil. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di tengah penyebaran Covid-19 yang kini terus memakan korban, kabar mengejutkan datang dari China.

Dikabarkan adanya kemunculan wabah pneumonia yang lebih mematikan daripada virus corona atau Covid-19.

KIni Kementerian kesehatan Kazakhstan menepis peringatan kedutaan besar China mengenai dugaan munculnya pneumonia tersebut.

Hal itu disampaikan dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook-nya pada hari Jumat (10/7/2020), dikutip dari SCMP.

Mereka menyebut informasi yang diberikan oleh kedutaan China "tidak benar".

Adapun, pihak Kazakhstan mengatakan adanya kesalahpahaman dalam penghitungan resmi.

Termasuk pneumonia yang disebabkan oleh semua jenis patogen, termasuk bakteri dan virus.

Semua kasus menunjukkan gejala klinis pencitraan abnormal terlepas dari hasil laboratorium mereka.

Foto file ini diambil pada 15 Mei 2020 menunjukkan pekerja medis mengambil sampel swab dari penduduk untuk diuji untuk virus corona COVID-19 di sebuah jalan di Wuhan di provinsi Hubei tengah Cina. Pihak berwenang China telah menyelesaikan kampanye pengujian coronavirus massal di Wuhan, menemukan hanya 300 hasil positif di antara hampir 10
Foto file ini diambil pada 15 Mei 2020 menunjukkan pekerja medis mengambil sampel swab dari penduduk untuk diuji untuk virus corona COVID-19 di sebuah jalan di Wuhan di provinsi Hubei tengah Cina. Pihak berwenang China telah menyelesaikan kampanye pengujian coronavirus massal di Wuhan, menemukan hanya 300 hasil positif di antara hampir 10 ((STR / AFP))

Pihaknya mengaku banyaknya kasus pneumonia yang tidak dites positif dalam tes swab, kemungkinan adalah kasus Covid-19.

Termasuk tidak mengatakan berapa banyak kasus jika ada kasus yang disebabkan oleh jenis patogen baru.

Halaman
1234
Editor: Bravi Pangajouw
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved