Breaking News:

Trump Berniat Larang Tiktok di AS, Dituding Alat Mata-mata China, Beri Hukuman Atas Wabah Covid-19

Presiden 74 tahun itu menuding China bertanggung jawab atas mewabahnya Covid-19 tidak hanya di AS, tapi juga di seluruh dunia

REUTERS/LUCAS JACKSON
Suasana saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye di Charlotte, North Carolina, 2 Maret 2020. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden AS Donald Trump berniat menghukum China karena wabah virus corona dengan melarang aplikasi Tiktok di AS.

Tiktok menjadi obyek dari perseteruan dua negara, di mana Washington menuduh dipakai sebagai alat memata-matai lawan.

"(Pelarangan) jelas adalah sesuatu yang kami pertimbangkan," jelas Trump dalam wawancara televisi Selasa (7/7/2020), dikutip Bloomberg.

Presiden 74 tahun itu menuding China bertanggung jawab atas mewabahnya Covid-19 tidak hanya di AS, tapi juga di seluruh dunia.

Kepada Gray Television, bagaimana pun, dia tidak menjabarkan detil apa pun, dan hanya menyatakan pelarangan TikTok adalah satu dari sekian pilihan yang dipertimbangkan.

Dilansir AFP Rabu (8/7/2020), juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, langsung memberikan komentar keras mengenai pernyataan Trump.

"Pernyataan yang disampaikan oleh sejumlah politisi di AS benar-benar tidak berdasar dan pengalihan isu yang keji," kecam Zhao.

Dalam konferensi pers, Zhao berkilah Beijing selalu meminta perusahaan untuk mematuhi hukum dan peraturan di negara tempat mereka beroperasi.

Ucapan presiden ke-45 AS itu terjadi sehari setelah Menteri Luar Negeri, Mike Pompe0, juga menuturkan Washington berniat memblokir sejumlah aplikasi.

Saat ini, TikTok merupakan aplikasi paling populer dengan jumlah penggunanya di seluruh dunia diprediksi mencapai satu miliar.

Halaman
1234
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved