Breaking News:

Mitra

Wolter: Semoga 1.375 Jajaran KPU Hasil Rapid Test Non Reaktif

Rapid Test nantinya bakal diagendakan pada (9-11) Juli 2020 mendatang. Juga yang bakal mengikutinya ada sekitar 1.375 jajaran KPU Mitra.

istimewa
Ketua KPU Mitra Walter Dotulong. 

 TRIBUNMANADO.CO.ID, Ratahan - Jelang pemilihan Gubernur (Pilgub), anggota PPDP dilakukan Rapid Test massal beserta jajaran yang ada.

KPU Minahasa Tenggara (Mitra) telah melakukan MoU atau kesepakatan bersama dengan Rumah Sakit TNI Robert Wolter Monginsidi, Teling, Manado dalam pemeriksaan tersebut.

Dikatakan Ketua KPU Mitra Wolter Dotulong saat dikonfirmasi hari ini Rabu (8/7/2020), program ini sudah sesuai dari pada aturan terkait Rapid Test massal.

"Salah satunya langkah yang bisa diambil untuk melakukan Rapid Test massal, yakni bekerja sama dengan instansi kesehatan milik pemerintah di daerah, bekerja sama dengan instansi kesehatan di luar daerah milik pemerintah, dan bekerja sama dengan pihak swasta yang berkompeten," ujar Wolter.

Adapun Rapid Test nantinya bakal diagendakan pada (9-11) Juli 2020 mendatang. Juga yang bakal mengikutinya ada sekitar 1.375 jajaran KPU Mitra, dalamnya yakni Komisioner KPU plus sekretariat, PPK plus sekretariat, PPS plus sekretariat, dan 280 PPDP (sesuai jumlah TPS).

"Kami sudah coba untuk bekerjasama dengan instansi kesehatan milik daerah, namun tidak ada yang bersedia. Untuk itu, kita ambil langkah selanjutnya yakni bekerjasama dengan instansi kesehatan milik pemerintah diluar daerah. Alhasil MoU dengan RS Robert Wolter Monginsidi Teling dilakukan. Sesuai jadwal besok hari Rapid Test sudah mulai dilakukan," ungkap Dotulong.

Lanjutnya, untuk menghindari kerumunan, pihaknya sepakat bersama pihak RS TNI Teling, pemeriksaan Rapid Test bakal digelar serentak di setiap kecamatan di Mitra.

Dan teruntuk, PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih) yang nantinya bakal melakukan coklit (pencocokan dan penelitian) data pemilih, dipastikan telah melakukan Rapid Test dengan hasil non reaktif, sebelum menjalankan tugas mereka.

"Dari semua kesiapan, paling utama yakni Rapid Test ini kepada PPDP karena dalam waktu dekat akan segera melaksanakan tugasnya. Bila nanti ada calon PPDP yang reaktif akan langsung diganti. Untuk itu, masyarakat nantinya tidak perlu khawatir dengan petugas kami saat akan melakukan coklit di lapangan," pungkasnya.

Dengan adanya langkah ini, penyelenggaraan Pilkada serentak Tahun 2020 di masa pandemik ini, bisa memberikan keamanan dan kenyamanan, bukan hanya bagi petugas, namun juga masyarakat.

"Ini tentunya untuk keamanan selama terselenggaranya Pilkada serentak ini, protokol kesehatan akan diutamakan, jajaran KPU pun akan dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) saat menjalankan tugasnya," jelas Wolter.

Sementara itu, Komisioner KPU Mitra Otniel Wawo menambahkan, kepada masyarakat tidak perlu kaget bila ada petugas datang dengan APD lengkap, karena ini merupakan prosedur kesehatan yang harus dilakukan, sebagai langkah pencegahan penyebaran COVID-19 selama masa Pilkada 2020.

"Ini sudah menjadi protokol kesehatan. Kami juga berharap masyarakat dapat proaktif bekerja sama dengan petugas di lapangan," singkatnya.

Diketahui, bagi PPDP yang akan segera bertugas pada 15 Juli 2020 ini, KPU sudah menyiapkan hand sanitizer, masker, sarung tangan, dan face shield, serta melengkapi dengan atribut, seperti ban lengan, topi, dan kaus. (Ano)

Penulis: Giolano Setiay
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved