Breaking News:

Gempa Bumi

5.818 Gempa Terjadi Selama Setahun di Indonesia, BMKG Beri Penjelasannya

Kepala BMKG Stasiun Kepahiang, Bengkulu, Litman menyebut selama periode 2008-2019, rata-rata dalam setahun terjadi gempa sebanyak 5.818 kali.

Pixabay
Ilustrasi gempa bumi - Gempa dengan kekuatan magnitudo 4,6 mengguncang Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (4/10/2019).Gempa terjadi pada pukul 07.45 WIB. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tak sedikit gempa terjadi selama periode 2008-2019.

Kepala BMKG Stasiun Kepahiang, Bengkulu, Litman menyebut selama periode 2008-2019, rata-rata dalam setahun terjadi gempa sebanyak 5.818 kali.

Gempa signifikan dengan magnitudo di atas 5,0 sebanyak 347 kali dan 2 tahun sekali terjadi gempa berpotensi tsunami.

"Wilayah Indonesia merupakan bagian dari jalur gempa dunia yang terbentang dari Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Flores, Alor, Laut Banda, Seram, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua," kata Litman dalam rilisnya pada kompas.com.

Sebagai wilayah yang terletak pada jalur gempa aktif, kondisi fisiografi wilayah Indonesia sangat dipengaruhi oleh aktivitas tumbukan 3 lempeng tektonik utama dunia.

Yaitu Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.

Ketiga lempeng tektonik tersebut bertumbukan dan bergerak secara relatif antara satu dengan yang lain, menjadikan wilayah Indonesia sebagai salah satu kawasan rawan gempa dan tsunami di dunia.

Wilayah Indonesia memiliki banyak sumber gempa. Secara umum, kata dia Indonesia memiliki 13 segmentasi sumber gempa megathrust.

Selain itu kita juga memiliki sebanyak 295 segmentasi sesar aktif.

Berdasarkan kondisi tektonik yang kompleks ini, maka gempa dapat terjadi kapan saja dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman.

Halaman
123
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved