Breaking News:

News

Banjir Dahsyat Terjang Jepang Setelah Hujan Lebat, 49 Orang Tewas, 1,2 juta Orang Diminta Evakuasi

Kabarnya jepang diterjang banjir dahsyat karena hujan lebat, hal tersebut membuat pemerintah meminta 1,2 juta warganya untuk evakuasi mandiri.

KYODO NEWS/KOJI HARADA via AP
Seorang pria berjalan di jalanan yang terendam lumpur usai banjir besar di Desa Kuma, Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Minggu (5/7/2020). Hujan deras di Kumamoto memicu banjir besar dan tanah longsor, yang membuat puluhan orang terjebak di rumah dan bangunan-bangunan lainnya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabarnya jepang diterjang banjir dahsyat karena hujan lebat.

Hal tersebut membuat pemerintah meminta 1,2 juta warganya untuk evakuasi mandiri.

Hujan lebat tersebut bahkan membuat tanah longsor dan banjir besar, kabarnya kini ada 49 korban tewas.

Ditanya Soal Reshuffle Kabinet dari Jokowi, Reaksi Prabowo Hanya Ucap Satu Kata dan Sebuah Gestur

Soal Jiwasraya, Hotman Paris Sebut SAM akan Kembalikan Dana Rp 74 Miliar Kepada Negara

Tidak Produktif Bekerja, Sebanyak 1,6 Juta PNS Terancam Dipecat ? Begini Aturannya

Helikopter melakukan operasi penyelamat di area terdampak banjir di Hitoyoshi, prefektur Kumamoto, Jepang, pada Sabtu (4/7/2020). Hujan deras yang mengguyur daerah tersebut memicu banjir besar dan tanah longsor, membuat belasan orang diduga tewas, beberapa orang hilang, dan puluhan lainnya terjebak di atap rumah menunggu bantuan evakuasi.(KYODO NEWS via AP)
Helikopter melakukan operasi penyelamat di area terdampak banjir di Hitoyoshi, prefektur Kumamoto, Jepang, pada Sabtu (4/7/2020). Hujan deras yang mengguyur daerah tersebut memicu banjir besar dan tanah longsor, membuat belasan orang diduga tewas, beberapa orang hilang, dan puluhan lainnya terjebak di atap rumah menunggu bantuan evakuasi.(KYODO NEWS via AP)

Banjir besar dan tanah longsor yang melanda Prefektur Kumamoto di Jepang, membuat 40.000 personel tim pencarian dan penyelamatan dikerahkan untuk mengevakuasi penduduk.

Pada Selasa (7/7/2020) layanan darurat di Jepang barat "berpacu dengan waktu" untuk menyelamatkan penduduk yang terjebak akibat bencana alam ini.

Sedikitnya 49 korban tewas dan 1 orang dikhawatirkan meninggal sampai hari ini.

Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan tingkat peringatan darurat tertinggi untuk hujan lebat dan tanah longsor, di sebagian besar bagian barat daya Pulau Kyushu.

Hujan lebat diperkirakan akan terus berlangsung sampai Kamis (9/7/2020).

Korban tewas juga diprediksi kian bertambah, sejak penghitungan yang dimulai pada Sabtu (4/7/2020).

"Kami berpacu dengan waktu," kata Yutaro Hamasaki seorang pejabat Kumamoto, dikutip dari AFP Selasa (7/7/2020).

Halaman
1234
Editor: Glendi Manengal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved