Breaking News:

Bisnis

Ekspor Mangga Terhambat Hama Lalat Buah, PHT Lalat Buah Skala Luas Bisa Jadi Solusi

"Salah satu masalahnya adalah hama lalat buah," jelas pria yang akrab disapa Anton.

Editor: Isvara Savitri
(perfectogift.com)
Buah mangga 

"Karena lalat buah ini terbang-terbang. Jadi tidak bisa hanya dilakukan hanya 10 hektar, dia nanti terbang ke tetangganya," ujar wanita yang biasa disapa Yanti ini.

Yanti menyatakan PHT tidak bisa mengandalkan pestisida atau bahan kimia. Pasar ekspor sangat ketat dengan Batasan Maksimum Residu (BMR) pestisida.  

Jika melewati BMR, maka komoditas tersebut dipastikan tidak bisa diterima oleh negara tujuan.

Pakar hama dari UGM, Dr Suputa, menyatakan PHT lalat buah skala luas pada mangga dapat dilakukan menggunakan perangkap beratraktan (zat penarik) berbahan aktif Metil Eugenol.

Penggunaan perangkap ini dapat menurunkan intensitas serangan lalat buah hingga 60 persen.

Saat ini, PHT lalat buah skala luas dengan menggunakan perangkap beratraktan sedang diaplikasikan di areal pertanaman mangga Gedong Gincu seluas 400 hektar di Kabupaten Cirebon, Indramayu, Sumedang, Majalengka, dan Kuningan. 

Ketua Asosiasi Petani Mangga Kabupaten Sumedang, Inta Suminta, menyatakan sejak PHT lalat buah skala luas diberlakukan dan memanfaatkan perangkap beratraktan, serangan lalat buah terus menurun.

"Biasanya dulu dalam satu perangkap bisa ada 190 ekor lalat buah per hari. Kini hanya ada 2,1 ekor per perangkap per hari," katanya.

Berkat itu, kualitas buah menjadi lebih baik. Petani dapat menikmati harga yang lebih baik pula. 

"Petani antusias karena ingin mendapat harga yang lebih baik. Petani juga bangga kalau mangga yang dihasilkan bisa diekspor ke luar negeri," katanya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengendalian Hama Lalat Buah Ramah Lingkungan Dorong Peningkatan Ekspor Mangga.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved