Breaking News:

Info Gempa Terkini

11 Daerah Ini Ikut Merasakan Gempa Bumi Tadi Dini Hari Minggu 5 Juli 2020

Guncangan gempa bumi tadi dini hari Minggu 5 Juli 2020 terasa hingga ke 11 daerah. Inilah lokasi dan kekuatannya.

https://www.bmkg.go.id/gempabumi/gempabumi-dirasakan.bmkg
Info Gempa Terkini Hari Ini Minggu 5 Juli 2020. Ini Lokasi dan Kekuatannya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gempa Bumi tadi dini hari, Minggu 5 Juli 2020. Terjadi di satu titik namun terasa hingga ke 11 daerah sekitar. 

Terjadi pada Pukul 02:09:22 WIB. 

Gempa bumi tersebut berkekuatan magnitudo 5.3 SR.

Di kedalaman 79 Km.

Pusat gempa berada di laut, 129 km tenggara Kab Blitar Jawa Timur. 

Berikut daerah-daerah yang ikut merasakan guncangan gempa bumi tersebut.

  • Dengan skala MMI III di Blitar,
  • Skala MMI III di Karangkates, 
  • Skala MMI III di Trenggalek,
  • Skala MMI III di Nganjuk
  • Skala MMI III di Pacitan
  • Skala MMI III di Jember
  • Skala MMI II di Kulonprogo
  • Skala MMI II di Bantul
  • Skala MMI II di Cilacap
  • Skala MMI II di Wonogiri
  • Skala MMI III di Malang

Tanda Tanda akan terjadinya gempa bumi

1. Munculnya Awan Gempa

Awan ini posisinya tegak atau berdiri, bentuknya bagaikan angin puting beliung, pohon atau batang.

Awan yang bentuknya aneh ini terbentuk disebabkan beberapa faktor, yang salah satunya adalah karena adanya gelombang elektromagnetis yang ada akibat adanya patahan atau pergeseran lempeng bumi pemicu gempa berkekuatan hebat dari bawah bumi.

Gelombang elektromagnetis itu kemudian ’menyerap’ daya listrik pada awan, inilah yang nantinya mengakibatkan terbentuklah awan yang seolah-olah tegak.

Walaupun begitu, sering kali munculnya awan ini bukan karena gelombang elektromagnetis, melainkan karena pengaruh angin dan lain sebagainya. Jadi meskipun sudah ada awan ini, belum bisa dipastikan bahwa tempat kamu pasti mengalami gempa.

2. Periksa Alat Elektronik di Rumahmu Apakah Mengalami Gangguan Aneh

Ketika akan terjadi gempa bumi, umumnya peralatan elektronik akan mengalami gangguan yang tidak wajar.

Misalnya lampu neon yang redup, mesin fax yang berkedip dan terus mengalami kegagalan saat transmisi data, ataupun televisi yang mengeluarkan suara ‘brebet’.

Jika semua hal itu terjadi, kemungkinan besar akan terjadi gempa bumi. Ini terjadi karena memang sedang ada gelombang elektromagnetik dengan frekuensi tinggi di daerah kamu.

3. Perhatikan Tingkah Laku Hewan yang Gelisah dan Tiba-tiba Menghilang

Biasanya fenomena seperti ini bisa sering terjadi, entah itu penyebabnya pemanasan global ataupun memang ada pertanda lain.

Jika kamu memiliki piaraan atau banyak binatang di sekelililing tempat kamu berada, maka kamu harus waspada seandainya bila-bila saja polah hewan-hewan tersebut berubah.

Beberapa hewan bisa merasakan gelombang elektromagnetik yang kuat. Oleh sebab itu hewan-hewan tersebut kebanyakan akan kabur dan menyelamatkan diri terlebih dulu sebelum gempa terjadi.

4. Terlihatnya Cahaya Gempa

Cahaya gempa yang dimaksud meskipun sudah jarang muncul mungkin saja merupakan tanda jika nanti akan timbul gempa yang sangat besar.

Cahaya ini hanya sekilas saja nampaknya dan biasanya orang-orang akan menghubungkan kejadian ini dengan UFO ataupun Alien.

Jadi, kalau kamu mendengar adanya berita mengenai cahaya aneh yang terlihat di tempat kamu, maka sebaiknya kamu siap siaga tentang gempa yang kemungkinan akan terjadi.

5. Gempa Kecil Yang Merupakan Tanda

Selain tanda-tanda alam di atas, ternyata gempa itu sendiri yang menjadikan tandanya. Gempa yang menjadi pertanda ini tak jarang merupakan gempa ringan serta berlangsung singkat.

Oleh karena itu seandainya di daerah kamu ada gempa kecil dan sebentar, kamu sebaiknya keluar dan tunggu sebentar untuk menghindari gempa susulan yang bisa saja lebih besar. (*)

Berikut Penjelasan Lengkap Mengenai Skala MMI dilansir dari https://www.bmkg.go.id/gempabumi/skala-mmi.bmkg.

Skala MMI I-II

TIDAK DIRASAKAN (Not Felt) Tidak dirasakan atau dirasakan hanya oleh beberapa orang tetapi terekam oleh alat.

Skala MMI III-V

Dirasakan oleh orang banyak tetapi tidak menimbulkan kerusakan. Benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar.

Skala MMI VI

KERUSAKAN RINGAN (Slight Damage) Bagian non struktur bangunan mengalami kerusakan ringan, seperti retak rambut pada dinding, genteng bergeser ke bawah dan sebagian berjatuhan.

Skala MMI VII-VIII

KERUSAKAN SEDANG (Moderate Damage) Banyak Retakan terjadi pada dinding bangunan sederhana, sebagian roboh, kaca pecah. Sebagian plester dinding lepas. Hampir sebagian besar genteng bergeser ke bawah atau jatuh. Struktur bangunan mengalami kerusakan ringan sampai sedang.

Skala MMI IX-XII

KERUSAKAN BERAT (Heavy Damage) Sebagian besar dinding bangunan permanen roboh. Struktur bangunan mengalami kerusakan berat. Rel kereta api melengkung. (*)

Doa saat Gempa

Saat Gempa Bumi terjadi, bacalah doa.

Lalu, apa doa saat Gempa Bumi?

Sebagaimana dikutip dari laman Nu.or.id, KH Abdul Karim atau Gus Karim, pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur’an Azzayadi, Solo, Jawa Tengah pada tahun 2017 lalu membagikan sebuah doa beberapa saat setelah terjadi Gempa Bumi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Doa itu diberinya judul 'Doa Ketika Gempa Bumi' yang dikirim via grup WhatsApp 'Saya NU'.

Selengkapnya doa itu sebagai berikut:

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢّ ﺇِﻧّﻲْ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﻓِﻴْﻬَﺎ، ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ؛ ﻭَﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّﻫَﺎ، ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎﻓِﻴْﻬَﺎ ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ

Allâhumma innî asaluka khairaha wa khaira mâ fîhâ, wa khaira mâ arsalta bihi, wa a’ûdzubika min syarrihâ, wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ arsalta bihi

Terjemahannya, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini."

"Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.

Jenis-Jenis Gempa

Banyak orang yang tak mengetahui ada berapa banyak jenis gempa yang sering terjadi. Pada umumnya semua hanya tahu jika ada getaran namanya gempa bumi.

Ada beberapa jenis gempa yang terjadi belakangan ini. Hal itu dilihat sesuai dengan penyebab terjadinya gempa.

Gempa bumi menjadi bencana alam yang cukup sering terjadi di Indonesia, karena Indonesia berada di 3 pertemuan lempeng benua.

Jika ketiga lempeng bumi ini saling mendekat dan bertumbukan, maka akan terjadi gempa.

Tapi tidak hanya tumbukan lempeng benua saja, lo, yang bisa menjadi penyebab dari bencana alam gempa bumi.

1. Gempa Tektonik

Pergeseran lempeng bumi yang kemudian saling bertumbukan akan menyebabkan gempa tektonik.

Gempa inilah yang cukup sering terjadi di Indonesia, karena letak Indonesia yang berada di pertemuan 3 lempeng benua, yaitu Eurasia, Indoaustralia, dan Pasifik.

Jika sumber gempa tektonik berada di laut, maka bisa saja menyebabkan terjadinya tsunami, teman-teman.

O iya, gempa jenis ini dapat merambah ke berbagai daerah, artinya saat terjadi gempa, daerah-daerah di sekitarnya juga bisa merasakan getaran gempa tersebut.

2. Gempa Vulkanik

Gempa bumi vulkanik terjadi karena adanya pergerakan magma di dalam gunung berapi.

Gempa bumi ini biasanya terjadi beberapa saat sebelum gunung berapi aktif akan meletus.

Jika gempa bumi tektonik terjadi karena pergeseran lempeng bumi, maka gempa bumi vulkanik ini terjadi karena adanya tekanan gas.

Nah, gempa vulkanik ini jika dibandingkan dengan gempa tektonik tidak terlalu berbahaya, karena yang lebih berbahaya adalah letusan gunung berapinya.

Berbeda dengan gempa tektonik yang dapat merambah berbagai daerah, gempa vulkanik hanya dirasakan oleh penduduk sekitar gunung berapi saja.

Gempa bumi vulkanik juga cukup sering dirasakan di Indonesia, karena Indonesia dikelilingi oleh banyak gunung berapi yang disebut dengan Cincin Api.

3. Gempa Bumi Tumbukan

Jika gempa tektonik dan gempa vulkanik berasal dari dalam Bumi, maka gempa bumi tumbukan ini asalnya dari luar bumi.

Gempa bumi tumbukan disebabkan oleh jatuhnya benda langit seperti meteor dan asteroid ke permukaan Bumi.

Hasilnya, terjadi getaran di permukaan Bumi dan menyebabkan timbulnya kawah atau lubang di permukaan Bumi.

4. Gempa Bumi Buatan

Manusia ternyata juga bisa, lo, menyebabkan terjadinya gempa bumi.

Gempa bumi buatan ini disebabkan oleh pemakaian bahan peledak dengan daya ledak yang besar.

Uji coba bahan peledak seperti bom nuklir juga bisa menimbulkan ledakan yang dapat menggetarkan permukaan Bumi.

Sifat gempa bumi ini adalah lokal, yang artinya hanya orang-orang di sekitar lokasi peledakan saja yang merasakan getarannya.

5. Gempa Bumi Runtuhan

Tanah longsor ternyata juga bisa menjadi penyebab adanya gempa bumi yang disebut dengan gempa bumi runtuhan.

Tanah yang longsor tersebut disebabkan oleh erosi atau tempat penambangan yang runtuh.

Getaran yang timbul ini berasal dari jatuhnya bebatuan dari tanah longsor tersebut ke permukaan bumi.

Gempa bumi runtuhan ini hanya aka ndirasakan oleh penduduk sekitar tanah longsor terjadi saja, lo. (*)

LAKUKAN HAL INI SAAT TERJADI GEMPA BUMI

Peristiwa gempa bukan hal asing bagi warga di tanah air. Kita semua hidup dengan risiko terjadinya gempa kapan saja, maka sudah seharusnya kita tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa.

Salah satu bencana yang tidak bisa diprediksi kedatangannya adalah gempa bumi. Memang sulit mengenali tanda-tanda akan terjadi gempa, sebab bencana yang satu ini terjadi begitu saja dan berlangsung selama hitungan detik. Oleh sebab itu, gempa bumi sering menelan banyak korban jiwa tergantung dari kekuatannya.

Walaupun tidak bisa diprediksi, kita setidaknya harus bisa mengantisipasi bila seandainya terjadi gempa. Kita harus tahu apa saja yang harus dan tidak boleh dilakukan saat gempa berlangsung.

Dengan begitu, kemungkinan kita selamat dari bencana ini lebih besar dibandingkan mereka yang tidak melakukan antisipasi.

Tetap Aman Traveling Meski Terjadi Gempa

Jangan takut saat anda melakukan perjalanan kemudian terjadi gempa bumi. Simak ini, tips aman terhindar dari gempa bumi meski saat traveling.

Bencana gempa bumi tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi.

Gempa bumi merupakan kejadian alam yang tidak bisa terjadi dan hingga saat ini masih belum ada teknologi yang mampu memprediksinya.

Ini berarti, gempa bumi dapat terjadi kapan saja, termasuk saat traveler sedang berlibur.

Kali ini dirangkum tips tetap aman saat traveling dan terjadi gempa bumi dari laman bbc.com.

1. Mencatat dan menyimpan nomor telepon darurat dan kedutaan lokal apabila pergi ke luar negeri.

2. Saat masuk ke kamar hotel, kenali tempat-tempat yang aman untuk bersembunyi jika terjadi gempa bumi.

Sebagai contoh, bagian bawah meja besar dan berat yang menghadap dinding bagian dalam serta jauh dari jendela, cermin atau perabot berat yang bisa terjatuh.

Jangan lupa, ingat lokasi tangga terdekat.

Selalu ingat pula, pintu tidak selalu sekuat yang kita kira daripada bagian lain dari bangunan.

Sehingga, pintu tidak boleh menjadi tempat berlindung jika terjadi gempa bumi.

3. Hal-hal yang perlu dilakukan saat terjadi gempa.

Jika berada di kamar hotel, segera pergi ke salah satu tempat aman yang telah kamu identifikasi sebelumnya.

Sebisa mungkin, bertahanlah untuk berlindung di bawah meja besar dan kuat tersebut.

Untuk kamar-kamar tanpa perabotan yang besar dan kokoh, cobalah berjongkok di sudut dalam gedung dan tutupi wajah dan kepala dengan tangan.

Jika gempa terjadi saat berada di tempat tidur dan tidak ada lampu di atasnya, tetap di tempat tidur dan lindungi kepala dengan bantal.

Jika berada di luar ruangan, bergeraklah sejauh mungkin dari bangunan, instalasi atau sarana publik yang tinggi (seperti papan reklame), dan lampu jalan.

Jika sedang mengemudi, kamu harus menepi ke daerah yang jauh dari jembatan, jalan layang dan jalur listrik, dan tetaplah berada di dalam mobil dengan sabuk pengaman tetap terpasang sampai guncangan berhenti.

4. Jika terperangkap dalam reruntuhan, jangan menyalakan korek api karena ada kemungkinan kebocoran gas sehingga dapat menyebabkan kebakaran.

Tutup bagian mulut dengan pakaian atau saputangan, dan jangan terlalu banyak bergerak untuk menghindari menghirup debu yang berpotensi berbahaya.

Ketuk pipa atau gunakan peluit atau bahan lain yang tersedia untuk membuat suara agar kamu dapat ditemukan regu penyelamat.

Pastikan pula kamu akan hanya berteriak jika benar-benar terpaksa, karena berteriak juga berisiko membuatmu menghirup debu.

5. Setelah gempa, tunggu sampai guncangan benar-benar berhenti sebelum meninggalkan tempat amanmu.

Jika bangunan atau hotel yang kamu tempati tampaknya tidak mengalami kerusakan yang berkelanjutan, sebaiknya tetap berada di dalam.

Namun, kalau tidak, pergilah keluar dengan menggunakan tangga darurat.

Akan lebih baik jika kamu memakai celana panjang, baju berlengan panjang, dan sepatu yang kuat untuk melindungi diri dari benda-benda yang rusak.

Waspadai saluran listrik yang putus atau saluran gas yang rusak.

Jika berada di daerah pantai yang berdataran rendah, perhatikan tanda peringatan tsunami dan segeralah berpindah ke tempat yang lebih tinggi.

6. Setelah yakin kamu dan teman perjalananmu aman, hubungi kedutaan atau periksa situs web kantor luar negeri negara asalmu untuk mencari tahu langkah terbaik selanjutnya yang bisa kamu lakukan.

Sebagian besar kantor kedutaan mendirikan hotline bencana khusus dan alamat email untuk orang asing di luar negeri yang mencari bantuan.

Setelah terjadinya gempa bumi, bersiaplah untuk gempa susulan, yang dapat terjadi beberapa menit atau jam setelah gempa utama.

Gunakan telepon hanya untuk panggilan darurat agar saluran komunikasi tetap terbuka untuk respons bencana.

Pastikan untuk mengabari teman-teman dan anggota keluarga di rumah tentang keamananmu.

7. Jika kamu mencari perawatan medis untuk penyakit pernapasan, ruam atau penyakit lain akibat gempa bumi saat sudah kembali ke rumah atau negaramu, pastikan untuk mengingatkan dokter adanya kemungkinan telah menghirup debu atau penyakit lainnya terkait gempa. (*)

Sumber : https://www.bmkg.go.id/gempabumi/gempabumi-terkini.bmkg

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved