Breaking News:

News

VIRAL Uang Kertas Rp 2.000 Tercetak Foto Diri, Berikut Cerita Shofiyah

Adapun foto tersebut diunggah oleh akun Twitter Faiz, @Paapais. "Ya elah, kenapa sih," tulis Faiz dalam twitnya.

Istimewa
Sebuah unggahan menampilkan foto tangkapan layar seseorang yang tidak sengaja mencetak fotonya di atas uang kertas pecahan Rp 2.000 viral di media sosial pada Jumat (3/7/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seluruh masyarakat Indonesia pasti tahu dengan yang namanya uang kertas.

Setiap aktivitas masyarakat, ketika melakukan transaksi jual beli seperti di pasar atau toko-toko sebagian besar menggunakan uang.

Jumat (3/7/2020) kemarin sebuah unggahan menampilkan foto tangkapan layar seseorang yang tidak sengaja mencetak fotonya di atas uang kertas pecahan Rp 2.000 viral di media sosial pada Jumat (3/7/2020).

Sejauh ini, twit tersebut telah di-retwit sebanyak lebih dari 14.200 kali dan disukai sebanyak lebih dari 40.900 kali oleh pengguna Twitter lainnya.

Lantas, apakah uang kertas tersebut masih berlaku?

Menanggapi hal itu, Humas Bank Indonesia (UI), Aswin Gantina mengungkapkan bahwa uang kertas tersebut masih dapat digunakan untuk bertransaksi.

"Masih bisa digunakan, tapi lebih baik ditukar saja ke BI biar lebih nyaman transaksinya," ujar Aswin saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (4/7/2020).

Aswin menjelaskan, masyarakat dapat menukarkan uang tidak layak edar dengan uang layak edar di kantor Bank Indonesia setempat atau di kantor pihak lain yang disetujui oleh Bank Indonesia.

Menurutnya, ada sejumlah ketentuan uang yang tidak layak edar yakni uang lusuh, uang cacat, uang rusak, dan uang yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran.

"Untuk uang lusuh atau uang cacat, pihak BI dapat memberikan penggantian sebesar nominal kepada masyarakat yang menukarkan uang lusuh atau cacat selama uang dapat dikenali keasliannya," ujar Aswin.

Sementara, uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran juga dapat diganti sesuai nominal sepanjang dapat dikenali keasliannya dan masih dalam jangka waktu 10 tahun sejak tanggal pencabutan.

Ketentuan penggantian uang rusak

Untuk penggantian uang rusak, ada sejumlah ketentuan yang berlaku pada kondisi uang antara lain:

  • Fisik uang kertas lebih besar dari 2/3 dari ukuran aslinya dan ciri uang dapat dikenali keasliannya.
  • Uang rusak masak merupakan suatu kesatuan dengan atau tanpa nomor seri yang lengkap dan lebih besar dari 2/3 ukuran aslinya serta ciri uang dapat dikenali keasliannya
  • Uang rusak tidak merupakan satu kesatuan, tetapi terbagi menjadi paling banyak 2 (dua) bagian terpisah dan kedua nomor seri pada Uang Rusak tersebut lengkap dan sama serta > 2/3 (lebih besar dari dua pertiga) ukuran aslinya dan ciri uang dapat dikenal keasliannya.

Sementara itu, ada juga uang yang tidak diberi penggantian dengan kondisi sebagai berikut:

  • Fisik Uang Kertas ≤ 2/3 (kurang dari atau sama dengan dua pertiga) ukuran aslinya.
  • Uang Rusak tidak merupakan satu kesatuan, tetapi terbagi menjadi paling banyak 2 (dua) bagian terpisah dan kedua nomer seri Uang Rusak tersebut beda.

Uang tidak layak edar

Kemudian, untuk kategori uang kertas yang tidak layak edar karena rusak memiliki ciri, hilang sebagian atau lebih dari 50 mm persegi, ada lubang lebih dari 10 mm persegi, ada coretan, sobek selebar lebih dari 8 mm, dan ada selotip yang menempel dengan luas lebih dari 225 mm persegi.

Uang kondisi terbakar juga termasuk uang tidak layak edar karena rusak.

Sementara itu, untuk kriteria uang logam tidak layak edar antara lain, uang kotor, uang korosi, uang berubahw arna, uang hilang sebagian, uang melengkung, uang berlubang, dan uang terpotong.

BERITA TERPOPULER :

 Irjen Arman Depari Temui TSK Kasus Narkoba, Suruh Buka Masker dan Ajukan Pertanyaan:Kamu Ingat Saya?

 Mantan Petinggi Hong Kong Bocorkan Rencana China dan Berani Sebut Presidennya Orang Buangan Dunia

TONTON JUGA :

Berita ini telaht tayang di Kompas.com dengan judul https://www.kompas.com/tren/read/2020/07/04/124500365/viral-uang-kertas-tercetak-foto-diri-apakah-masih-berlaku-?page=all#page2

Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved