Breaking News:

News

BI Dorong Kerja Sama Antar Daerah untuk Menjaga Distribusi Pangan demi Menekan Inflasi

Kepala BI Sulut, Arbonas Hutabarat mengatakan, dengan adanya KAD, mekanisme perdagangan dapat berjalan lebih efisien terutama dalam hal distribusi.

fernando lumowa/tribun manado
Pedagang melayani pembeli di Pasar Bersehati Manado beberapa waktu lalu. BI Sulut mendorong Kerja Sama Antar Daerah untuk menjaga ketersediaan komoditas strategis sehingga bisa mengendalikan inflasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bank Indonesia (BI) menginisiasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) di tingkat regional untuk menjaga ketersediaan komoditas strategis penentu inflasi.

Ketersediaan pasokan dan manajemen ketersediaan stok pangan secara regional Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampua) perlu didorong untuk meningkatkan efektifitas langkah-langkah pengendalian.

Salah satu bentuk kerjasama yang dapat menjadi alternatif adalah Kerjasama Antar Daerah (KAD) sebagaimana sudah pernah dibahas dalam Rakorwil TPID Sulampua pada 25 Juni 2020.

Kepala BI Sulut, Arbonas Hutabarat mengatakan, dengan adanya KAD, mekanisme perdagangan dapat berjalan lebih efisien terutama dalam hal distribusi.

"Kerjasama antar Daerah (KAD) yang saat ini sedang dimatangkan antara Sulut, Maluku Utara dan Gorontalo, dapat menjadi salah satu solusi dalam menjaga pasokan komoditas strategis di ketiga provinsi tersebut, khususnya di Sulut," katanya.

Melalui KAD tersebut, Sulut diharapkan akan mendapatkan akses yang lebih mudah terhadap komoditas strategis yang belum mampu dipenuhi dari produksi di Sulut.

Sebaliknya, melalui KAD tersebut Sulut dapat mengirimkan komoditas strategis yang mengalami surplus keluar daerah guna menjaga kewajaran tingkat harga serta nilai tukar petani (NTP) Sulawesi Utara.

"Intinya, ada saling mengisi. Ketika stok komoditas di sini lebih, bisa diambil dari Gorontalo dan Malut. Sebaliknya juga begitu. Selama ini sudah berjalan tapi parsial, belum ada koordinasi terpadu antar daerah," jelasnya.

Selain terhadap perkembangan inflasi Sulut, BI bersama TPID juga tetap memberikan perhatian terhadap perkembangan terkini dampak Pandemi Covid-19 terhadap perekonomian.

"Termasuk antisipasi kenaikan permintaan kebutuhan pangan terutama pada masa transisi menuju tatanan normal baru," ujarnya.(ndo

BERITA TERPOPULER :

 Irjen Arman Depari Temui TSK Kasus Narkoba, Suruh Buka Masker dan Ajukan Pertanyaan:Kamu Ingat Saya?

 Alasan Tri Rismaharini Bersujud di Kaki Dokter, Walikota Surabaya: Beliau Menuding Staf Saya

 Mantan Petinggi Hong Kong Bocorkan Rencana China dan Berani Sebut Presidennya Orang Buangan Dunia

TONTON JUGA :

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved