News

Analisa Politik Sebut Jokowi Sedang 'Cuci Tangan' saat Marah Menteri: Ini Dagelan Agak Memalukan

Terkait hal itu dinilai Analis Politik Pangi Syarwi Chaniago hanya pangalihan saja.

Instagram @jokowi & Pangi Syarwi Chaniago
Analis Politik Pangi Syarwi Chaniago mengatakan pada saat Jokowi marah pada para menterinya, pada saat itu juga Jokowi akui kegagalannya memimpin. - Analis Politik Pangi Syarwi Chaniago menyebut keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menambahan posisi Wakil Kepala Staf Kepresidenan merupakan kebijakan paradoks. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Soal video Presiden Joko Widodo marah-marah ke Menteri.

Terkait hal itu dinilai Analis Politik Pangi Syarwi Chaniago hanya pangalihan saja.

Ia mengatakan pada saat itu sebenarnya jokowi sudah mengakui kegagalannya dalam memimpin.

Berdasarkan Hasil Penelitian Ada 2 Tipe Orang yang Sering Diselingkuhi, Apakah Anda Termasuk?

Tak Hanya Jenglot, Pembakar Mobil Via Vallen Juga Tulis Pesan yang Artinya Kibus Ada, Mati Kau

Ternyata Ayamo Dendam ke Nus Kei Karena Pernah Mengancam Istrinya dengan Golok

Foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Kamis (18/6/2020).
Foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Kamis (18/6/2020). (HUMASLEM SETKAB)

Analis Politik Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah pada para menterinya, pada saat itu juga Jokowi mengakui kegagalannya dalam memimpin.

Pangi pun mengibaratkannya seperti menepuk air di dulang, yang akhirnya terpercik ke muka sendiri.

"Yang dipertontonkan di ruang publik ibarat menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri."

"Ini adalah dagelan politik yang sedikit agak memalukan."

"Pada saat yang sama sebetulnya presiden mengonfirmasi atau membuat pengakuan atas kegagalannya dalam memerintah atau memimpin lewat kinerja menterinya yang inkompeten," kata Pangi pada Tribunnews.com, Selasa (30/6/2020).

Di sisi lain, Pangi menyebutkan, kemarahan pejabat di ruang publik seringkali dijadikan sebagai alat politik.

Menurutnya, momen kemarahan tersebut bisa menjadi kesempatan bagi Jokowi untuk 'cuci tangan'.

Halaman
1234
Editor: Glendi Manengal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved