Breaking News:

Sulut

Alfons: Peluang Satu Calon Gubernur Bisa Terjadi, Kursi di DPRD Sulut Masih Cukup Berkoalisi

Pilkada Gubernur Sulut dimotori tiga poros kekuatan utama yakni PDIP, Nasdem dan Golkar.

Istimewa
Alfons Kimbal Pengamat Politik Unsrat 

Jika dihitung secara matematis, ada satu poros lagi bisa terbentuk di luar 3 poros yang ada.

Di DPRD masih menyisakan 11 kursi milik Demokrat (4 kursi), PAN (2), Gerindra (2), PKB (1), PKS (1), PSI (1).

Poros ini bisa mengakomodir figur Elly Englebert Lasut (E2L) yang cukup agresif mencari tiket ke Pilgub.

Sejauh ini, E2L sudah mengantongi surat tugas dari Demokrat untuk membentuk koalisi.

E2L punya alternatif membentuk koalisi agar bisa mendapat posisi papan 1, atau melunak bergabung mendampingi VAP (Nasdem)atau CEP (Golkar) sebagai papan 2.

Secara matematis memang 4 calon memungkinkan diusung jika dilihat dari komposisi persebaran kursi parpol, namun secara politik diprediksi sulit hal itu terwujud, Pilgub akan diikuti maksimal 3 pasang calon.

Meski bukan hal mustahil 4 calon karena politik selalu dinamis.

Persoalanya, poros baru sulit terwujud, karena partai besar kemungkinan masih bisa menarik dukungan partai kecil.

Golkar misalnya, akan berupaya menarik dukungan koalisi partai agar bisa mengusung calon. Memang cukup alot, Golkar belum kunjung menarik koalisi, walau sempat diisukan diawal bersama PAN.

PDIP tetap jadi magnet bagi partai kecil untuk merapat mendukung OD-SK.

Begitu pun Nasdem dengan VAP, bak gula bisa menarik semut.

Sebenarnya peran poros baru bisa dimainkan partai medioker seperti Demokrat, namun gerakan Demokrat cenderung pasif, partai ini masih 'wait and see', apa embentuk poros baru, atau mendukung poros yang sudah ada.

Politik itu dinamis, hingga injury time segalanya masih bisa berubah.

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Vendi Lera
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved