Sains
Warna Matahari Bukan Kuning tapi Putih, Lihat Simulasi Terbenam di Planet Lain: Rahasia Alam Semesta
Jangankan orang lain, diri kita sendiri mungkin selama ini berpikir matahari berwarna kuning. Apa warnanya?
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah rahasia alam semesta tentang Matahari.
Kala bertanya kepada orang lain, apa warna matahari,
kebanyakan orang kemungkinan akan menjawab dengan cepat bahwa benda langit itu berwarna kuning.
Jangankan orang lain, diri kita sendiri mungkin selama ini berpikir matahari berwarna kuning.
Padahal, sebenarnya matahari berwarna putih.
Jika kita melihat matahari dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) atau bulan, maka warna asli matahari akan terlihat.
Ada alasan di balik penglihatan kita yang membuat matahari nampak kuning saat siang hari dan menjadi oranye saat terbit atau tenggelam.
Itu karena kita melihat matahari melalui filter atmosfer Bumi.

Melansir Thoughtco, Senin (29/6/2020), pada dasarnya matahari memiliki semua warna yang dicampur menjadi satu.
Dalam pandangan manusia percampuran warna ini akan ditangkap sebagai warna putih.
Jika melihat matahari melalui prisma, maka kita dapat melihat seluruh rentang panjang gelombang cahaya.
Contoh dari bagian spektrum matahari yang terlihat adalah pada pelangi.
Masing-masing warna-warna pelangi memiliki panjang gelombang yang berbeda.
Ketika seluruh warna dijadikan satu, akan menjadi putih.
Tapi atmosfer Bumi merubah warna asli matahari dengan menghamburkan cahaya di wilayah gelombang pendek, seperti biru dan ungu.
Efeknya dikenal dengan 'hamburan Rayleigh'.

Hamburan warna pada gelombang pendek oleh molekul atmosfer Bumi inilah yang membuat warna langit menjadi biru.
Sementara ada warna dengan gelombang panjang seperti merah, oranye, dan kuning. Ketika biru dan ungu sudah tersebar dan dibiaskan di langit, jadi warna yang tersisa akan berkumpul.
Ini mengapa warna matahari yang terlihat oleh kita rata-rata berubah menjadi merah, meski warna pada cahaya matahari tidak sepenuhnya hilang.
Bila melihat melalui lapisan atmosfer yang lebih tebal yakni saat terbit dan terbenam, warna matahari tampak lebih oranye atau merah.
Sementara ketika dilihat melalui lapisan udara tertipis di tengah hari, matahari tampak paling dekat dengan warna aslinya, namun masih terlihat warna kuning.
Di sisi lain, asap dan kabut juga berperan dalam meyebarkan cahaya sehingga dapat membuat warna matahari tampak lebih oranye atau merah.
(*)
Bagaimana Matahari Terbenam di Planet Lain?
Sudah pernahkah anda membayangan bagaimana proses Matahari terbenam di planet lain yang berada di satu Tata Surya?
Apakah pernah terbayang Matahari terbenam di planet lain memiliki kesamaan dengan Bumi?
Atau proses terbenamnya malah berbeda sama sekali?

Seperti dikutip dari Science Alert, Senin (29/6/2020) kini berkat pemodelan komputer NASA, terbenamnya Matahari di planet lain bisa Anda bayangkan jauh lebih nyata.
Ilmuwan planet Geronimo Villanueva, dari Pusat Penerbangan Antariksa Goddard NASA di Greenbelt,
telah menciptakan simulasi Matahari terbenam di Venus, Mars, Uranus, Titan satelit Saturnus, serta TRAPPIST-1e.
Hasil simulasi memang di luar bayangan. Di Venus misalnya, Matahari terbenam akan nampak kuning terang memudar menjadi oranye, coklat, dan berangsur menghitam saat Matahari menghilang.
Simulasi juga tak hanya menyenangkan untuk ditonton.
Hasil pemodelan ini pun juga memiliki sisi ilmiah yang dapat jadi masukan bagi penelitian selanjutnya.

Seperti misalnya misi ke Uranus. Masih banyak yang kita tidak tahu tentang planet tersebut.
Dengan data dari simulasi tersebut, wahana antariksa akan memiliki panduan yang lebih baik dan bisa menilai komposisi atmosfer Uranus.
Sementara itu Matahari tenggelam di Mars punya perbedaan lain lagi.
Mars adalah satu-satunya planet yang saat ini diketahui potensial untuk ditinggali manusia.
Simulasi menunjukkan kalau Matahari terbenam di Mars menciptakan perpaduan warna cokelat berlumpur dan selanjutnya kuning cerah ketika Matahari menghilang di balik cakrawala.

Namun simulasi ini justru berbeda dengan apa yang ditunjukkan oleh wahana penjelajah Curiosity.
Hari-hari di Mars dapat berakhir dengan semburat warna biru yang jelas karena debu mengacaukan gelombang radiasi infra merah.
Tapi jawaban pasti bagaimana rupa Matahari tenggelam di Mars tentu saja dengan pergi dan melihatnya sendiri.
Sumber: Kompas.com