Kebakaran
Mbah Karsi dan 2 Cucunya sedang Menggoreng Kopi saat Percikan Api Muncul dan Menyambar Bensin
Rumah milik Mbah Karsi (65) terbakar. Waktu kejadian kebakaran yakni sekitar pukul 06.40 WIB di Dusun/Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Api muncul dari penggorengan kopi kemudian menyambar bensin hingga terjadi kebakaran.
Satu rumah terbakar tadi pagi Senin 29 Juni 2020.
Waktu kejadian kebakaran yakni sekitar pukul 06.40 WIB di Dusun/Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek,
Rumah yang terbuat dari material kayu tersebut diketahui milik Mbah Karsi (65), warga setempat.
Dari data yang dihimpun, saat itu Mbah Karsi ditemani dua cucunya yang sudah dewasa Indah dan Nurpakih sedang menggoreng kopi di dapur, lalu muncul percikan api dan menyambar bensin yang ada di dekatnya.
"Api berasal dari penggorengan kopi, lalu menyambar bensin hingga terjadi kebakaran. Petugas langsung ke lokasi begitu mendapat informasi tersebut," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Yudi Irwanto di lokasi.
Dia menjelaskan, begitu api mulai membakar sebagian ruangan dapur, nenek berusia setengah abad lebih itu menyelamatkan diri bersama cucunya dengan keluar rumah.
Kemudian meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Rumah berukuran 7x14 meter yang dijadikan sebagai toko kelontong juga menjual bensin itupun ludes terbakar dan hanya menyisakan puing-puing.
"Rumah dihuni 3 orang, tidak ada korban jiwa, untuk kerugian sekitar Rp 150 juta. Kita padamkan menggunakan 2 unit damkar," pungkasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah di Tuban, Begini Nasib Nenek dan Cucunya yang Tinggal di Situ,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/petugas-damkar-bpbd-kabupaten-tuban-3473737.jpg)